Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Titik Api Baru TNWK Diklaim Padam, Lokasi 14 Km dari Kandang Gajah
Konferensi pers penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) oleh BPBD Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • BPBD Lampung menyatakan titik api baru di TNWK telah padam; lokasinya di perbatasan PT GGP P4, sekitar 14 kilometer dari Pusat Latihan Gajah yang dipastikan aman.

  • Kebakaran terpantau sejak 24 Oktober 2026 dan cepat menjalar akibat alang-alang serta semak kering yang diterpa angin kencang. Tim TNWK, TNI, dan mitra memadamkan api hingga 25 Oktober.

  • Operasi modifikasi cuaca turut memicu hujan deras untuk mendinginkan lahan. Setelah penyisiran dan pemantauan drone tanpa asap, BPBD mengimbau warga mengacu pada informasi resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Timur, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memastikan titik api baru muncul di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur telah berhasil dipadamkan. Lokasi kebakaran dipastikan bukan berada di kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan, titik api sempat terekam dalam video dan beredar di media sosial berada di kawasan perbatasan areal PT Great Giant Pineapple (GGP) P4. Tepatnya wilayah Rawajitu Sedeng Serang Kerap, Resort Susukan Baru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Way Kanan.

"Lokasi kebakaran dalam video yang beredar berada di kawasan perbatasan areal PT GGP P4. Ini masih berada di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas, tetapi berbatasan dengan areal PT GGP P4," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (26/10/2026).

1. Lokasi kebakaran berjarak 14 kilometer dari Pusat Latihan Gajah

Konferensi pers penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) oleh BPBD Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Aswarodi menegaskan, lokasi kebakaran tersebut berbeda dengan kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) selama ini menjadi perhatian masyarakat terkait karhutla di TNWK. Berdasarkan pengukuran langsung dilakukan pihak petugas Balai TNWK, jarak titik kebakaran dengan kandang atau Pusat Latihan Gajah disebut mencapai sekitar 14 kilometer.

"Jadi lokasi kebakaran yang menjadi perhatian masyarakat tersebut perlu dibedakan dengan kawasan Pusat Latihan Gajah. Ini bukan berada di Pusat Latihan Gajah," tegasnya.

Selain itu, ia memastikan kondisi kawasan PLG dan kandang gajah dalam keadaan aman. "Kami meminta masyarakat tidak menyamakan titik kebakaran tersebut dengan lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian, karena adanya kebakaran di sekitar kawasan konflik gajah," lanjut dia

2. Api sempat cepat menjalar karena alang-alang kering

Penampakan api karhutla di kawasan Way Kambas, Lampung Timur melalap pagar barrier penanggulangan konflik gajah. (IDN Times/Istimewa).

Aswarodi melanjutkan, kebakaran di lokasi tersebut terpantau sejak Sabtu (24/10/2026). Kondisi vegetasi berupa alang-alang dan semak belukar yang mengering, ditambah tiupan angin kencang, membuat api dengan cepat menjalar di permukaan lahan.

Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Tim terdiri dari petugas TNWK, TNI, dan mitra Aliansi Lestari Rimba Terpadu. Pemadaman dilakukan sejak Sabtu hingga Minggu (25/10/2026) dengan dukungan kendaraan operasional, tangki air, peralatan pemadaman, serta sarana pendukung lainnya.

"Karena areanya bisa dijangkau, ada jalan dan akses kendaraan, armada-armada bisa masuk sehingga api bisa dipadamkan segera," ucapnya.

3. Hujan bantu dinginkan area sudah dipadamkan

Penampakan api karhutla di kawasan Way Kambas, Lampung Timur melalap pagar barrier penanggulangan konflik gajah. (IDN Times/Istimewa).

Selain pemadaman melalui jalur darat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung juga mendukung penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Pada Minggu (25/10/2026), OMC dilakukan di lintasan mencakup kawasan TNWK, dengan menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram.

Hujan deras kemudian turun di wilayah tersebut selama kurang lebih dua jam. Kondisi itu turut membantu proses pendinginan lahan setelah api berhasil dikendalikan tim gabungan.

"Setelah dipadamkan oleh tim gabungan, kurang lebih setengah jam kemudian hujan turun deras. Ini menjadi upaya tambahan untuk mendinginkan area yang sudah dipadamkan," kata Aswarodi.

4. Tim sisir lokasi hingga pastikan tak ada bara api

Konferensi pers penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) oleh BPBD Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Aswarodi menambahkan, api telah berhasil dipadamkan, Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah api padam, tim tidak langsung meninggalkan lokasi, namun melakukan mop-up dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Termasuk pemantauan turut dilakukan menggunakan drone. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan lagi indikasi titik asap di lokasi kebakaran.

"Dari hasil pemantauan tidak menunjukkan indikasi titik asap. Berdasarkan laporan penanganan tersebut, kebakaran telah berhasil dipadamkan dan kegiatan pemadaman dinyatakan selesai," jelasnya.

5. BPBD minta masyarakat tak sebarkan informasi picu kekhawatiran

Penampakan api karhutla di kawasan Way Kambas, Lampung Timur melalap pagar barrier penanggulangan konflik gajah. (IDN Times/Istimewa).

BPBD Provinsi Lampung bersama pihak TNWK mengimbau masyarakat mengacu pada informasi resmi terkait kondisi karhutla di kawasan TNWK. Aswarodi meminta masyarakat tidak kembali menyebarkan video lama atau informasi mengenai titik api telah berhasil dipadamkan, sehingga seolah-olah terjadi kebakaran baru.

"Mohon kerja samanya untuk tidak lagi mem-posting yang terbakar karena sudah clear, sudah padam," ujarnya.

Ia juga memastikan Pusat Latihan Gajah dalam kondisi aman. Pihak Balai TNWK bahkan telah diminta membuat video untuk menunjukkan kondisi kandang dan kawasan sekitar PLG. "Untuk situasi kandang gajah dan sekitarnya aman. Tidak ada titik hotspot di sini dalam satu minggu terakhir," imbuh Aswarodi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article