Tanggul Jebol, 6,9 Hektare Sawah di Lampung Selatan Terendam Banjir

- 6.915 hektare sawah milik warga di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan direndam banjir akibat hujan lebat.
- Banjir juga merendam sejumlah rumah warga di kecamatan setempat, dengan pendataan masih dalam proses.
- Jebolnya tanggul air di Sungai Way Pisang menjadi penyebab banjir, BPBD Lampung Selatan melakukan langkah perbaikan dan evakuasi masyarakat jika diperlukan.
Lampung Selatan, IDN Times - Sekitar 6.915 hektare sawah milik warga di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan sempat direndam banjir akibat intensitas curah hujan tinggi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Ariswandi mengatakan, banjir menggenangi ribuan sawah tersebut usai hujan lebat melanda wilayah setempat sejak, Minggu (9/2/2025) siang.
"Alhamdulillah, banjir mulai subuh pagi tadi sudah berangsur surut. Untuk sementara, masih dalam proses penghitungan seperti sawah perkiraan ada 6.915 hektare yang terdampak," ujarnya dikonfirmasi, Senin (10/2/2025).
1. Banjir ikut rendam rumah warga

Selain lahan persawahan, Ariswandi menambahkan, banjir turut merendam sejumlah rumah warga di kecamatan setempat. Meski demikian, penghitungan bangunan tedampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.
"Iya, pendataan menyeluruh dilakukan berapa rumah yang terdampak banjir," katanya.
2. Akibat tanggul sungai jebol

Ariswandi melanjutkan, peristiwa banjir menerjang Kecamatan Palas akibat meluapnya aliran air hingga mengakibatkan jebolnya tanggul air di Sungai Way Pisang, sehingga air melimpah ke lahan persawahan hingga rumah-rumah warga.
Oleh karenanya, petugas BPBD Lampung Selatan saat ini sudah melakukan langkah-langkah perbaikan terkait penanggulangan akibat rusaknya tanggul aliran sungai.
"Langkah-langkah kita selanjutnya, apabila debit air semakin tinggi kami akan melakukan evakuasi masyarakat. Namun, update pada hari ini banjir sudah mulai surut," imbuhnya.
3. Pemkab Lampung Selatan tetapkan status darurat banjir

Selain wilayah Kecamatan Palas, Ariswandi menambahkan, Pemkab Lampung Selatan sudah menetapkan status dari siaga menjadi darurat banjir, sebab, potensi banjir terjadi di seluruh kecamatan.
Pemerintah kabupaten setempat juga telah melakukan kajian penanganan cepat, untuk menghitung area persawahan hingga rumah yang terdampak akibat banjir.
"Untuk kondisi saat ini, potensi bencana banjir terjadi di Kabupaten Lampung Selatan hampir keseluruhan kecamatan, kami terus berupaya melakukan penanggulangan dampak bencana yang ditimbulkan," katanya.



















