Siswa di Lambar Keracunan Santap Siomay MBG, BGN Sanksi Suspend SPPG
BGN mensuspensi operasional dapur MBG SPPG Batu Ketulis 1 di Lampung Barat selama sekitar 20 hari menyusul dugaan keracunan siswa penerima manfaat.
Puluhan siswa dilaporkan mengalami diare setelah menyantap menu MBG, termasuk siomay, pada 18 September 2026; sebagian menjalani rawat jalan maupun inap.
Penelusuran awal mengarah pada dugaan kontaminasi silang bahan siomay. BGN meminta seluruh SPPG memperketat higienitas, keamanan pangan, dan pengolahan makanan yang cepat basi.
Bandar Lampung, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) melayangkan sanksi pemberhentian sementara atau suspend terhadap operasional dapur program makan bergizi gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Ketulis1.
Sanksi pemberhentian tersebut berkaitan temuan dugaan keracunan terhadap sejumlah siswa penerima manfaat program MBG di wilayah Kecamatan Batu Ketulis, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
"Ya, untuk di Lampung Barat sudah kita suspend. Suspend sedang, 20 hari gitu, berhentiin," ujar Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
1. Korban keracunan puluhan siswa

Penampakan menu somay dari dapur SPPG Batu Ketulis1, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/Istimewa). Berdasarkan informasi diterima IDN Times, puluhan siswa diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG dibagikan melalui dapur MBG Batu Ketulis 1.
Menu makanan MBG tersebut dibagikan kepara siswa-siswi Jumat (18/9/2026). Salah satu menu ialah berupa siomay.
Pascamengonsumsinya, sejumlah anak mulai mengeluhkan gangguan kesehatan pada malam harinya seperti diare. Tak hanya itu, sebagian anak sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan, baik melalui perawatan jalan maupun perawatan inap pada Sabtu (19/9/2026) pagi.
2. Dugaan kontaminasi silang dari bahan siomay

Ilustrasi siomay ikan untuk jualan (vecteezy.com/PRIYO DWI SAPUTRO) Dari hasil penelusuran, Fitra menjelaskan, dugaan sementara gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan kontaminasi silang pada bahan makanan. Salah satunya siomay menjadi menu MBG pada hari tersebut.
Menurutnya, makanan tertentu memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi untuk cepat basi perlu mendapat perhatian khusus dalam proses pengolahan dan penyajian.
"Jadi memang kejadian di sana dugaan awal kontaminasi silang dari bahan siomay, yang jelas, penekanan kami BGN samalah semuanya terhadap semua SPPG. Jaga higienitas, jaga integritas," tegas Fitra.
3. SPPG diminta perketat kebersihan dapur

Kegiatan operasional SPPG Rajabasa Musiraya, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Fitra menegaskan, seluruh SPPG di Lampung terus diminta meningkatkan penerapan kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap tahapan pengolahan makanan MBG. Terutama untuk makanan rentan mengalami kerusakan atau basi dalam waktu relatif cepat.
"Kita juga mengimbau kepada SPPG, koki, bahwa apabila membuat makanan yang cepat basi, itu rawan kontaminasi silang, sangat-sangat hati-hati," katanya.
Fitria menambahkan, kebersihan harus menjadi perhatian utama seluruh petugas di setiap dapur MBG, guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi. "Pada intinya, tetap jaga kebersihan di setiap dapur," imbuh Fitra.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















