Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sempat Minta Tolong, Nelayan Tenggelam di Pulau Rimau Ditemukan Tewas
Petugas SAR mengevakuasi jenazah korban Edi. (Dok. Basarnas Lampung).
  • Seorang nelayan bernama Edi (35) ditemukan tewas di perairan Pulau Rimau, Lampung Selatan, setelah dilaporkan tenggelam saat menombak ikan dan menebar jaring.
  • Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kurang dari satu jam setelah tiba di lokasi, berkat koordinasi cepat antara Basarnas, Polairud, dan unsur terkait lainnya.
  • Sebelum tenggelam, Edi sempat meminta tolong kepada rekannya namun terseret arus; operasi pencarian resmi ditutup setelah jenazah dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times – Tim SAR Gabungan menemukan Edi (35), warga nelayan Dusun Cilacap, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan sempat dilaporkan tenggelam saat menebar jaring dan menombak ikan di perairan sekitar Pesisir Pulau Rimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melalui Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni, Restu Abdilah membenarkan ihwal penemuan korban tersebut. Lokasi penemuan Edi disebut hanya berjarak sekitar dua meter dari titik terakhir korban terlihat sebelum tenggelam.

"Ya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat kemarin sekitar pukul 09.00 WIB," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).

1. Ditemukan kurang dari satu jam setelah tim tiba di lokasi

Petugas SAR mengevakuasi jenazah korban Edi. (Dok. Basarnas Lampung).

Terkait peristiwa korban tenggelam tersebut, Restu mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian langsung dari Kasat Polairud Lampung Selatan sekitar pukul 07.45 WIB.

Pascamenerima informasi itu, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni langsung dikerahkan dan diberangkatkan ke lokasi dengan membawa perahu karet, perlengkapan selam, dan peralatan pencarian lainnya.

"Tim segera bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang telah berada di lapangan. Berkat sinergi yang baik, korban berhasil ditemukan dalam waktu kurang dari satu jam sejak tim tiba di lokasi. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban," ucapnya.

2. Korban sempat meminta tolong sebelum tenggelam

Petugas SAR mengevakuasi jenazah korban Edi. (Dok. Basarnas Lampung).

Setelah berhasil dievakuasi, Restu melanjutkan jenazah korban dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa menimpa Edi itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, korban bersama tiga rekannya diketahui berangkat ke perairan Pulau Rimau untuk memeriksa jaring sekaligus menombak ikan. Memasuki pukul 03.30 WIB, tiga rekannya lebih dahulu kembali ke daratan, sementara korban memilih tetap berada di lokasi untuk melanjutkan aktivitas menombak ikan.

"Tak lama kemudian terdengar suara korban meminta pertolongan. Salah seorang rekannya, Zian sempat berusaha menyelamatkan korban dan berhasil menggapainya. Namun karena kelelahan, Zian ikut terseret arus hingga akhirnya diselamatkan rekan lainnya, Badawi," ucap dia.

3..Operasi SAR resmi berakhir

Petugas SAR mengevakuasi jenazah korban Edi. (Dok. Basarnas Lampung).

Dalam proses tersebut, Restu menambahkan, korban Edi terlepas dari pegangan dan tenggelam hingga dinyatakan hilang. Dalam upaya ini, pencarian disebut melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, personel Polairud Lampung Selatan, TNI Angkatan Laut, Satpol PP, serta keluarga korban.

Kemudian tim selanjutnya dikerahkan melakukan penyisiran secara maksimal di sekitar lokasi menggunakan perahu karet dan didukung peralatan selam.

"Setelah korban ditemukan, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian kembali ke satuan masing-masing," imbuh Restu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article