Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rumah Konservasi Kantong Semar Itera Raih Gold di ISDA 2026
Rumah Konservasi Kantong Semar Kebun Raya Itera meraih Predikat Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 (dok.humas/itera)
  • Kolaborasi Kebun Raya Itera dan PLN Nusantara Power UP Tarahan meraih Predikat Gold ISDA 2026 melalui Rumah Konservasi Kantong Semar yang menggabungkan pelestarian, edukasi, penelitian, dan teknologi.

  • Rumah konservasi menjadi sarana belajar keanekaragaman hayati bagi masyarakat dan pelajar; pada Desember 2025–Februari 2026, kegiatan edukasinya melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang.

  • Pengelolaan berbasis IoT memantau suhu serta kelembapan secara real-time; program dinilai mendukung lima target SDGs, sementara Manager UP Tarahan Dwi Suprianto meraih The Best Manager in Biodiversity.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Kolaborasi Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tarahan dalam mengembangkan Rumah Konservasi Kantong Semar Kebun Raya Itera meraih Predikat Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 di Jakarta.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dinilai berhasil memadukan konservasi tumbuhan kantong semar (Nepenthes) dengan edukasi, penelitian, dan teknologi.

1. Rumah konservasi kantong semar jadi ruang edukasi

Peresmian Rumah Konservasi Kantong Semar di kawasan Kebun Raya Itera. (IDN Times/Istimewa)

Kepala UPA Konservasi Flora Sumatera/Kebun Raya Itera, Alawiyah menyampaikan, rumah konservasi tidak hanya berfungsi untuk memperkuat pelestarian kantong semar, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penelitian keanekaragaman hayati. Fasilitas tersebut menurutnya dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran lingkungan bagi masyarakat dan peserta didik.

"Pada Desember 2025–Februari 2026, kegiatan edukasi di rumah konservasi melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan itu juga membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai konservasi dan keanekaragaman hayati," katanya, Minggu (4/10/2026).

2. Padukan edukasi dengan teknologi

Peresmian Rumah Konservasi Kantong Semar di kawasan Kebun Raya Itera. (IDN Times/Istimewa)

Alawiyah mengatakan, untuk memperkaya pengalaman pengunjung, Kebun Raya Itera dan PLN NP UP Tarahan menghadirkan rotating display serta papan infografis interaktif. Pengelolaan rumah konservasi juga didukung konsep Smart Garden Management berbasis Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pemantauan suhu dan kelembapan secara real-time.

Data tersebut membantu pengelola menyesuaikan kondisi lingkungan dengan kebutuhan tanaman. Penerapan teknologi sekaligus memperkuat fungsi rumah konservasi sebagai ruang belajar yang menghubungkan konservasi, edukasi, dan inovasi.

3. Program masuk lima target SDGs

Peresmian Rumah Konservasi Kantong Semar di kawasan Kebun Raya Itera. (IDN Times/Istimewa)

Menurutnya, dalam penilaian ISDA 2026, program tersebut dinilai berkontribusi terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Selain penghargaan bagi program kolaborasi, Manager UP Tarahan Dwi Suprianto meraih The Best Manager in Biodiversity. Penghargaan ini diberikan atas perannya dalam mengawal program keanekaragaman hayati di PLN NP UP Tarahan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article