Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Puting Beliung Hantam Desa di Lamsel! 102 Rumah Rusak, 8 Warga Luka
Penampakan Dusun Merbau, Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan rusak diterjang angin puting beliung, Senin (11/3/2024). (IDN Times/Istimewa).
  • Angin puting beliung rusak 102 rumah di Lampung Selatan, 8 orang luka ringan
  • Rumah warga, masjid, dan bangunan sekolah mengalami rusak parah pada bagian atap
  • Kerugian mencapai Rp1,03 miliar, 8 orang warga luka-luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan medis
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Sebanyak 102 rumah di Dusun Merbau, Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan rusak diterjang angin puting beliung, Senin (11/3/2024). Bencana ini juga menyebabkan 8 korban mengalami luka ringan.

Dari sejumlah video dan foto diterima IDN Times, nampak jelas rumah-rumah warga, masjid, hingga bangunan sekolah mengalami rusak parah pada bagian atap. Genteng, asbes, sampai kayu-kayu berserakan di area perkampungan.

Tak sampai di situ, pohon tumbang terlihat menimpa atap rumah warga, dibantu petugas guna mengevakuasi pohont tersebut.

1. Tercatat 102 rumah rusak dan 8 warga luka ringan

Penampakan Dusun Merbau, Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan rusak diterjang angin puting beliung, Senin (11/3/2024). (IDN Times/Istimewa).

Terkait peristiwa ini, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan Ariswandi membenarkan ihwal peristiwa melanda desa setempat sekitar pukul 18.00 WIB. Waktu itu, angin puting beliau datang disertai hujan deras.

"Dari data kami himpun, bencana puting beliung terjadi di Desa Baru Ranji merusak 102 rumah dan 8 orang luka ringan," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (12/3/2024).

2. Kerugian ditaksir Rp1,03 miliar

Penampakan Dusun Merbau, Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan rusak diterjang angin puting beliung, Senin (11/3/2024). (IDN Times/Istimewa).

Lebih lanjut Ariswandi menjelaskan, rumah warga mengalami rusak ringan sebanyak 19 unit, rumah rusak sedang 72 unit, dan rumah rusak berat 11 unit, dengan estimasi nilai kerugian mencapai Rp1,03 miliar.

Selain itu, terdapat 8 orang warga desa setempat juga mengalami luka-luka ringan, telah dilarikan ke puskesmas guna mendapatkan perawatan medis pascabencana.

"Alhamdulillah, untuk korban jiwa tidak ada, sementara korban luka-luka sebagian sudah pulang ke kediamannya masing-masing," imbuhnya.

3. Petugas gabungan dirikan posko

Ilustrasi menebang pohon (IDN Times/Istimewa).

Ariswandi menambahkan, petugas gabungan meliputi TNI, Polri, BPBD, Kesehatan, Damkar, relawan dan aparat setempat masih terus melakukan upaya gotong royong, untuk membersihkan puing-puing sisa bangunan.

"Kami terus melakukan pendataan, kami juga melakukan upaya dengan mendirikan pos kesehatan bagi korban bencana," tandasnya.

Editorial Team

Related Article