Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prakiraan Gelombang Laut Lampung 7 Oktober 2026, Capai 3,1 Meter
ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout)
  • Perairan terbuka Lampung pada 7 Oktober 2026 berpotensi mengalami gelombang tinggi 2,5–3,1 meter, terutama di Samudra Hindia barat Lampung, Perairan Barat Lampung, dan Selat Sunda selatan.
  • Samudra Hindia barat Lampung menjadi wilayah paling rawan dengan gelombang hingga 3,1 meter sekitar pukul 03.00 WIB, disertai angin tenggara 15 knot dan hembusan 22–24 knot.
  • Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan diprakirakan mencapai 2,9 meter, sedangkan Teluk Lampung selatan relatif lebih tenang dengan gelombang sekitar 1,1–1,6 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Rabu (7/10/2026) perlu mendapat perhatian. Itu karena, sejumlah perairan terbuka berpotensi mengalami gelombang tinggi 2,5 meter–3,1 meter.

Terutama Samudra Hindia barat Lampung, Perairan Barat Lampung, dan Selat Sunda bagian selatan Lampung. Samudra Hindia barat Lampung menjadi titik paling rawan dengan gelombang hingga 3,1 meter.

Sedangkan perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung gelombang dapat mencapai sekitar 2,9 meter. Sementara itu, Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih tenang dengan gelombang sekitar 1,1–1,6 meter.

Kondisi gelombang 2,5–3,1 meter, nelayan dengan perahu kecil menjadi kelompok yang paling perlu berhati-hati. Sebagai gambaran keselamatan BMKG, perahu nelayan perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang juga memiliki ambang perhatian tersendiri, sementara kapal feri perlu memperhatikan gelombang di atas 2,5 meter. Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.

1. Kondisi perairan

Wilayah Perairan

Tinggi Gelombang

Angin

Cuaca

Suhu Laut

Perairan Barat Lampung

2,7–2,9 m (tinggi)

Tenggara 9–12 knot, gust hingga 22 knot

Berawan, kabur, hujan ringan

27–28°C

Samudra Hindia Barat Lampung

3,0–3,1 m (tinggi)

Tenggara sekitar 15 knot, gust hingga 24 knot

Berawan–berawan tebal

±27°C

Selat Sunda Selatan Lampung

2,5–2,9 m (tinggi)

Timur–tenggara hingga selatan 6–15 knot, gust hingga 23 knot

Kabur–berawan

±27–28°C

Teluk Lampung bagian Selatan

1,1–1,6 m (rendah–sedang)

Tenggara–barat laut–selatan 5–16 knot

Kabur–berawan tebal

27–29°C

2. Samudra Hindia paling perlu diwaspadai

Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris)

Samudra Hindia barat Lampung menjadi wilayah dengan kondisi paling berisiko. Pada 7 Oktober, BMKG memprakirakan gelombang sekitar 3 meter, bahkan mencapai 3,1 meter sekitar pukul 03.00 WIB.

Angin berasal dari tenggara sekitar 15 knot, dengan hembusan maksimum sekitar 22–24 knot. Kondisi ini membuat aktivitas kapal kecil dan nelayan perlu lebih berhati-hati.

3. Perairan Barat Lampung

ilustrasi gelombang tinggi (commons.wikimedia.org/Luis Ascenso)

Kondisinya juga masuk kategori gelombang tinggi. Gelombang diprakirakan:

  • 00.00 WIB: 2,7 meter

  • 03.00 WIB: 2,8 meter

  • 06.00 WIB: 2,8 meter

  • 09.00–12.00 WIB: sekitar 2,9 meter

  • 15.00 WIB: 2,8 meter

  • 18.00 WIB: 2,9 meter

  • 21.00 WIB: 2,8 meter

Angin dominan dari tenggara sekitar 9–12 knot, dengan hembusan mencapai sekitar 20–22 knot. BMKG juga memprakirakan hujan ringan pada sekitar pagi menjelang siang dan malam.

4. Selat Sunda Selatan Lampung

ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/Itai Perelman Nasich)

Selat Sunda Selatan juga perlu diperhatikan karena gelombang meningkat hingga 2,9 meter. Pada siang hari, angin dapat berasal dari selatan dengan kecepatan sekitar 15 knot dan hembusan hingga 23 knot. Gelombang berada di kisaran 2,5–2,9 meter.

Ini penting bagi aktivitas kapal yang melintas jalur Bakauheni–Merak, meskipun kondisi pelabuhan dan operasional penyeberangan tetap bergantung pada evaluasi operator serta otoritas pelabuhan secara real time.

5. Teluk Lampung relatif lebih tenang

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)

Berbeda dengan perairan terbuka, Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih aman. Gelombang pada dini hari hingga pagi sekitar 1,1 meter, kemudian meningkat menjadi sekitar 1,6 meter pada siang hari. Kategori berubah dari rendah menjadi sedang.

Artinya, perairan yang terlindung seperti Teluk Lampung tidak mengalami kondisi seberat Samudra Hindia dan Perairan Barat Lampung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article