Bandar Lampung, IDN Times — Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah karya Hanung Bramantyo tidak hanya menawarkan teror dan misteri. Tetapi, membawa kritik sosial mengenai penyalahgunaan kekuasaan, penindasan terhadap rakyat kecil, hingga konflik sosial yang terjadi menjelang tragedi 1965.
Hanung mengatakan, film tersebut dibuat sebagai pengingat bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, agar tidak melupakan peristiwa sejarah yang telah berlangsung lebih dari setengah abad lalu.
Meski mengambil latar menjelang tragedi 30 September 1965, Hanung menegaskan Lobang Buaya merupakan karya fiksi. Pendekatan horor digunakan untuk membicarakan kembali rasa takut yang melekat ketika masyarakat membahas periode tersebut.
"Yang harus dicermati di dalam film ini adalah bukan peristiwa 30 Septembernya, tetapi satu tahun sebelumnya," ujar Hanung dalam wawancara usai screening film di Mall Boemi Kedaton, Sabtu (26/9/2026).
