Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perkosa Cucu Sejak 2022, Kakek di Lampung Barat Terancam Bui 15 Tahun

Perkosa Cucu Sejak 2022, Kakek di Lampung Barat Terancam Bui 15 Tahun
Ilustrasi narapidana (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Kakek 65 tahun di Lampung Barat memperkosa cucunya sendiri sebanyak 3 kali sejak Agustus 2022
  • Pelaku U ditangkap petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Barat di kediamannya pada Senin (18/3/2024)
  • Pelaku dijerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 15 tahun atau denda 5 miliar rupiah
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lampung Barat, IDN Times - Kakek usia 65 tahun di Kabupaten Lampung Barat memperkosa cucunya sendiri. Perbuatan asusila itu dialami korban sebanyak tiga kali sejak pertama terjadi pada Agustus 2022 lalu.

Pelaku inisial U warga asal Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau. Ia ditangkap petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Barat di kediamannya, Senin (18/3/2024) sekira pukul 18.00 WIB.

"Iya, kami mengamankan seorang lansia inisial U tega merudapaksa korban SA (17) yang merupakan cucunya sendiri sebanyak tiga kali sejak Agustus 2022," ujar Kasatreskrim Polres Lampung Barat, Iptu Juherdi Sumandi dikonfirmasi, Jumat (22/3/2024).

1. Terungkap setelah korban berani bercerita ke ibu kandung

Sosok kakek inisial U (65), pemerkosa cucu kandung di Lampung Barat. (Dok. Polres Lampung Barat).
Sosok kakek inisial U (65), pemerkosa cucu kandung di Lampung Barat. (Dok. Polres Lampung Barat).

Juherdi menjelaskan, kejadian asusila dialami korban SA mulanya terjadi sejak Agustus 2022. Saat itu, korban belum berani bercerita dirinya telah disetubuhi oleh terlapor merupakan kakeknya sendiri.

Hingga akhirnya Senin (18/3/2024), korban memberanikan diri mengaku ke ibu kandungnya telah disetubuhi dan diperkosa oleh sang kakek. “Menurut keterangan, korban bercerita dirinya telah disetubuhi sebanyak tiga kali oleh kakeknya tersebut," ungkapnya.

2. Ditangkap di hari sama usai laporan

Ilustrasi borgol (IDN Times)
Ilustrasi borgol (IDN Times)

Mendapati pengakuan tersebut, Juherdi melanjutkan, orang tua korban langsung melaporkan peristiwa tindak pidana asusila menimpa putrinya itu ke Mapolres Lampung Barat.

Kemudian laporan langsung ditindaklanjuti petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Barat dibantu Polsek Sekincau. Itu guna melakukan penyelidikan dengan mencari keterangan dari berbagai saksi terkait kasus tindak asusila tersebut.

"Di hari yang sama pascalaporan, sekira pukul 18.00 WIB tim mendapat informasi tentang keberadaan pelaku sedang berada di rumahnya dan langsung dilakukan penangkapan," ucap kasatreskrim.

3. Sang kakek terancam 15 tahun penjara

Ilustrasi lepas borgol. (pexels.com/Ron Lach)
Ilustrasi lepas borgol. (pexels.com/Ron Lach)

Juherdi menambahkan, pelaku U kini sudah berada di Polres Lampung Barat guna dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut, bersamaan barang bukti telah diamankan beberapa helai pakai korban maupun pelaku.

"Pelaku dijerat undang-undang perlindungan anak dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 15 tahun atau denda 5 miliar rupiah," tandas kasatreskrim.

4. Layanan kekerasan anak dan perempuan di Lampung

Ilustrasi kekerasan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi kekerasan seksual. (IDN Times/Aditya Pratama)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengimbau para korban atau penyintas kekerasan baik perempuan maupun anak, untuk mau dan berani melaporkan bentuk kekerasan yang mereka alami pada layanan pengaduan via telepon Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

Layanan SAPA dibuat untuk memudahkan akses bagi korban atau penyintas untuk melakukan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pelaporan juga dapat dilakukan melalui Dinas PPPA Provinsi Lampung melalui kontak nomor (0721) 709600 atau (0721) 489983, atau melalui call center Pemerintah Provinsi Lampung di nomor 0811 790 5000 (WhatsApp, SMS, atau telepon). 

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More