Ilustrasi galon. (IDN Times/Istimewa).
Merrijantij mengatakan, setiap galon guna ulang yang kembali ke pabrik wajib melewati proses pemeriksaan fisik, pencucian, sanitasi, hingga quality control sebelum diisi ulang dan diedarkan kembali ke masyarakat. Sedangkan galon yang sudah tidak memenuhi standar tidak akan diedarkan kembali dan dihancurkan.
Pabrik AMDK internasional memiliki standar tinggi untuk menjaga kebersihan galon agar kemasan yang dipakai tetap steril dan bersih sebelum diisi ulang. Proses sterilisasi ini juga tidak dilakukan sembarangan karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui, berbeda jauh dengan proses sterilisasi industri DAMIU.
Tahap pertama pencucian galon itu melalui pembersihan mekanis menggunakan sikat khusus untuk menghilangkan kotoran dari dalam dan luar galon. Kemudian, sterilisasi dilanjutkan dengan pencucian memakai air panas dan deterjen food grade karena suhu tinggi efektif membunuh mikroorganisme.
Selanjutnya, galon dibilas dengan air murni bertekanan tinggi untuk memastikan tidak ada residu deterjen yang tertinggal. Setelahnya, galon di sterilisasi menggunakan sinar UV atau ozonisasi guna membunuh kuman dan mikroorganisme yang tidak terlihat. Semua proses ini otomatis, tertutup, dan ramah lingkungan.
Langkah selanjutnyagalon akan melewati proses inspeksi sebelum diisi ulang. Galon-galon yang sudah bersih kemudian diperiksa satu per satu untuk dilihat apakah ada keretakan atau kerusakan pada kemasan, apakah galon masih layak pakai? Galon yang sudah tidak memenuhi standar langsung dipisahkan untuk didaur ulang.