Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemadaman Karhutla TN Way Kambas Terkendala Gambut, Angin dan Air
Kondisi kebakaran di bagian utara Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (Dok. Pemprov Lampung).
  • Pemadaman karhutla di utara TN Way Kambas terkendala lahan gambut, angin kencang, dan sumber air jauh; asapnya berdampak pada permukiman sekitar.
  • Pemerintah mengerahkan water bombing, modifikasi cuaca, pompa, selang, dan pipa panjang, didukung sekitar 360 personel gabungan; rata-rata lima hektare dipadamkan per hari.
  • BNPB mendeteksi 110 titik api di Lampung dan sekitar 68 hektare belum padam; pemerintah akan memeriksa kesehatan warga serta mengevaluasi penyebab kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Timur, IDN Times - Kondisi kebakaran di bagian utara Taman Nasional Way Kambas (TNWK) ada tantangan. Selain karakteristik lahan bergambut yang menyulitkan pemadaman, kecepatan angin yang tinggi dan jauhnya sumber air turut memengaruhi upaya pengendalian api.

Kebakaran yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir juga menimbulkan asap yang berdampak pada permukiman masyarakat di sekitar kawasan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau langsung penanganan karhutla bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi di kawasan TNWK, Lampung Timur, Sabtu (24/10/2026).

1. Apa saja metode pemadaman

Kondisi kebakaran di bagian utara Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (Dok. Pemprov Lampung).

Gubernur akrab disapa Mirza ini menjelaskan, upaya pemadaman dilakukan melalui berbagai metode. Mulai dari pengerahan helikopter untuk water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penggunaan pompa, selang, dan pipa panjang untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Gubernur Mirza.

Menurut Gubernur, percepatan pemadaman perlu terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, dukungan peralatan, serta pembagian personel yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Sekitar 360 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla ini, termasuk sekitar 330 personel TNI, bersama unsur BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya.

2. Soroti masyarakat sekitar TNWK terdampak asap kebakaran

Kondisi kebakaran di bagian utara Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (Dok. Pemprov Lampung).

Gubernur juga menyoroti masyarakat di sekitar TNWK yang terdampak asap kebakaran. Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pengecekan kesehatan, terutama untuk mengetahui dampak paparan asap terhadap pernapasan dan kondisi paru-paru.

Selain mempercepat pemadaman, pemerintah juga akan mengevaluasi penyebab kebakaran, khususnya pada titik-titik yang berada di sekitar permukiman. Evaluasi dilakukan bersama aparat penegak hukum dan unsur terkait untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu faktor alam atau aktivitas manusia.

Menurut Mirza, percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNWK harus dilakukan secara terpadu. Itu perlu memastikan upaya pemadaman berjalan efektif dan dampak asap terhadap masyarakat sekitar mendapat perhatian serius.

3. Terdeteksi 110 titik api

Kondisi kebakaran di bagian utara Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (Dok. Pemprov Lampung).

Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 06.44 WIB, terdeteksi 110 titik api di Provinsi Lampung, dengan sekitar 68 hektare area yang dilaporkan masih belum padam.

Kristomei menilai, penggunaan pompa dengan selang sepanjang hampir tiga kilometer cukup efektif untuk mendukung pemadaman. Peralatan tersebut akan diupayakan untuk diperbanyak agar jangkauan penanganan dapat diperluas.

Selain itu, upaya keras para petugas di lapangan perlu didukung kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Di satu sisi, ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memadamkan api," katanya.

"Karena itu, jangan sampai di sisi lain masih ada yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya dirasakan bersama oleh masyarakat,” tegas jenderal bintang tiga itu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article