Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Nol Zona Merah, Begini Penanggulangan COVID-19 di Lampung

Nol Zona Merah, Begini Penanggulangan COVID-19 di Lampung
ilustrasi infeksi virus corona COVID-19 (IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung keluar dari zona merah, atau penyebaran virus tak terkendali sejak 16 Februari 2021. Dari penilaian Gugus Tugas COVID-19 pada 15-21 Maret 2021, status zona di Bandar Lampung adalah oranye dan kuning.

Penilaian itu didasarkan dari tiga kriteria utama, yakni epidemiologi, surveilans dan pelayanan kesehatan.

1. Peta zona oranye dan kuning

default-image.png
Default Image IDN

Ada delapan kabupaten dan kota yang masih berstatus zona oranye hingga mencapai 53,32 persen. Seperti Lampung Timur, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pesisir Barat, Tulang Bawang, Metro, Lampung Barat, dan Pringsewu.

Zona oranye berarti daerah dengan status sedang namun memiliki risiko tinggi dan potensi penyebaran virus tidak terkendali. Sedangkan tujuh kabupaten lainnya berstatus zona kuning hingga 46,66 persen.

Tujuh daerah zona kuning itu adalah Lampung Utara, Pesawaran, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang Barat, Tanggamus dan Lampung Selatan. Zona oranye ini berarti status rendah penyebaran terkendali namun tetap ada kemungkinan transmisi.

2. Kasus tertinggi di Lampung pada awal Januari 2021

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Berdasarkan data Dinkes Lampung hingga Jumat (26/3/2021), konfirmasi positif kumulatif mencapai 13.701 kasus. Kemudian kasus baru 51 orang, kasus konfirmasi positif sembuh mencapai 12.354 orang atau 90,17 persen. Lalu kasus terkonfirmasi aktif 609 orang atau 4,44 persen, dengan konfirmasi positif meninggal 738 orang atau 5,39 persen.

"Kasus harian tertinggi terjadi pada 12 Januari 2021 sebesar 190 kasus. Sedangkan Kasus harian positif pada pertengahan Februari sampai dengan saat ini berada di bawah 100 kasus per hari," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Reihana, Jumat (26/3/2021).

3. Tantangan Lampung menghadapi pandemik COVID-19

default-image.png
Default Image IDN

Reihana menyampaikan, Provinsi Lampung menghadapi pandemik COVID-19 dengan berbagai tantangan, seperti kondisi geografis yang diapit wilayah dengan kasus tinggi seperti Banten, DKI, dan Sumatra Selatan (Sumsel). Selain itu pula, Lampung juga sebagai pintu gerbang ke Pulau Sumatra.

"Mobilitas tinggi, adanya peningkatan masyarakat yang melakukan perjalanan antar provinsi atau kabupaten maupun kota," paparnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Lampung merupakan penduduk tertinggi kedua di Pulau Sumatra. Kemudian masih banyak penduduk yang belum melaksanakan protokol kesehatan saat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

4. Upaya pengendalian yang dilakukan

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurutnya, Provinsi Lampung sejauh ini menangani COVID-19 dengan penegakkan diagnostik, yakni laboratorium RT-PCR dan TCM. Kemudian menyediakan prasarana yakni reagent, VTM, APD, dan lain.

Selanjutnya adalah melakukan tracing atau pelacakan kasus, serta menyiapkan SDM dan menyiapkan sarana prasarana penunjang.

"Sarana dan prasarana tracing itu, kita pemerintah melakukan treatment atau perawatan seperti RS Rujukan COVID-19 dan sarana isolasi mandiri maupun karantina," ungkap Reihana.

5. Protokol kesehatan harus diterapkan meski tak lagi zona merah

Ilustrasi protokol kesehatan. radioidola.com
Ilustrasi protokol kesehatan. radioidola.com

Reihana menegaskan, daerah yang berstatus zona oranye tetap harus memakai protokol kesehatan. Menurutnya, masih ada potensi penambahan kasus dan bisa mengubah status menjadi merah kembali lagi.

"Pandemik ini gak akan selesai kalau tanpa kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat," tegasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Silviana
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi
Silviana
EditorSilviana

Latest News Lampung

See More

Hari Lahir Pancasila, Pangdam Radin Inten: Indonesia Bukti Keberagaman

01 Jun 2026, 19:02 WIBNews