Kondisi Perairan Lampung 9 Oktober 2026, Awas Gelombang 3,1 Meter

- Perairan Lampung pada 9 Oktober 2026 berisiko gelombang tinggi, dengan puncak sekitar 3,1 meter di Samudra Hindia barat Lampung.
- Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan diprakirakan bergelombang hingga 2,9 meter, disertai angin 9–14 knot dan hembusan maksimum 22 knot.
- BMKG menetapkan dua wilayah tersebut dalam kategori gelombang tinggi hingga 11 Oktober; nelayan dan operator kapal diminta memantau cuaca serta arahan pelabuhan.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Jumat (9/10/2026) masih menghadapi risiko gelombang tinggi. Gelombang tertinggi diperkirakan sekitar 3,1 meter di Samudra Hindia barat Lampung.
Gelombang tinggi lainnya sekitar 2,9 meter juga diperkirakan terjadi di Perairan Barat Lampung, dan 2,9 meter di Selat Sunda Selatan Lampung. Sementara perairan Teluk Lampung relatif lebih rendah dengan gelombang sekitar 1,2 meter–1,7 meter.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Kondisi gelombang

Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris) Data per jam BMKG menunjukkan Perairan Barat Lampung mengalami gelombang sekitar 2,9 meter pada dini hari dan turun bertahap menjadi 2,6 meter pada malam hari. Angin sekitar 9–14 knot, dengan hembusan maksimum hingga 22 knot. Hujan ringan berpeluang muncul sore hingga malam.
Di Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang diprakirakan sekitar 2,9 meter pada tengah malam dan berada di kisaran 2,5–2,8 meter sepanjang hari. Angin bertiup dari tenggara hingga timur sekitar 9–14 knot, dengan hembusan dapat mencapai 22 knot.
Sementara Teluk Lampung relatif lebih tenang. Bagian selatan memiliki gelombang 1,2–1,7 meter, sedangkan bagian utara sekitar 1,5–1,7 meter. Keduanya masuk kategori sedang, bukan gelombang tinggi.
2. Perhatian untuk nelayan dan pelayaran

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) Hal paling perlu diwaspadai adalah Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung. BMKG memasukkan keduanya dalam kategori gelombang tinggi 2,5 meter–4 meter untuk periode 8–11 Oktober.
Kecepatan angin tertinggi juga diperkirakan berada di sekitar kedua wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi menyulitkan perahu nelayan kecil, kapal penyeberangan, serta aktivitas pelayaran.
Nelayan dan operator kapal disarankan memperhatikan perkembangan cuaca maritim dan mengikuti arahan otoritas pelabuhan.
3. Data perairan Lampung
Wilayah Perairan
Kondisi Cuaca
Angin
Gelombang
Arus
Keterangan
Perairan Barat Lampung
Cerah berawan–hujan ringan
Selatan–Tenggara, 9–14 knot
2,6–2,9 m
0,7–0,8 knot ke Barat Daya/Barat
Tinggi
Selat Sunda Selatan Lampung
Cerah berawan–hujan ringan
Tenggara–Timur, 9–14 knot
2,5–2,9 m
1,1–1,3 knot ke Barat
Tinggi
Teluk Lampung Bagian Selatan
Cerah–berawan tebal
Tenggara–Timur, 7–16 knot
1,2–1,7 m
1,3–1,9 knot ke Barat
Sedang
Teluk Lampung Bagian Utara
Udara kabur–berawan
Barat Laut–Barat Daya, sekitar 8 knot
1,5–1,7 m
0,7–1,0 knot
Sedang
Samudra Hindia Barat Lampung
Cerah berawan–berawan tebal
Tenggara, 12–14 knot
2,8–3,1 m
sekitar 1,1 knot ke Barat Daya
Tinggi























