- Nelayan kapal kecil: Waspadai gelombang tinggi di Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, dan Selat Sunda bagian selatan.
- Operator kapal: Perhatikan kecepatan angin, tinggi gelombang, serta perubahan arus sebelum berlayar.
- Wisatawan bahari: Hindari aktivitas di laut terbuka apabila kondisi setempat tidak aman.
- Masyarakat pesisir: Pantau pembaruan informasi cuaca maritim dan peringatan dini dari BMKG.
Kondisi Perairan Lampung 13 Oktober 2026, Gelombang Capai 3,7 Meter

- BMKG memprakirakan gelombang hingga 3,7 meter di Perairan Barat Lampung dan Samudra Hindia barat Lampung pada 13 Oktober 2026.
- Selat Sunda selatan Lampung berpotensi mengalami gelombang hingga 3,4 meter, disertai hembusan angin yang dapat mencapai 28 knot.
- Teluk Lampung relatif lebih tenang dengan gelombang 0,9–1,7 meter, namun nelayan dan operator kapal tetap diminta memantau pembaruan BMKG sebelum beraktivitas.
Bandar Lampung, IDN Times – Sejumlah wilayah perairan Lampung perlu diwaspadai, Selasa (13/10/2026). Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di Perairan Barat Lampung dan Samudra Hindia barat Lampung berpotensi mencapai 3,7 meter.
Gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian selatan Lampung, dengan ketinggian sekitar 3,4 meter. Sementara itu, perairan Teluk Lampung relatif lebih tenang, meski gelombang di bagian selatan masih berpotensi mencapai 1,7 meter.
Prakiraan ini dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan laut. Masyarakat sebaiknya memeriksa pembaruan resmi sebelum melakukan aktivitas pelayaran. Berikut IDN Times sajikan prakiraan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung 13 Oktober 2026
Wilayah Perairan | Kondisi Cuaca | Kecepatan dan Arah Angin | Tinggi Gelombang |
|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Udara kabur hingga hujan ringan | 12–17 knot, dari tenggara | 3,2–3,7 meter |
Samudra Hindia barat Lampung | Udara kabur hingga berawan tebal | 16–17 knot, dari tenggara | 3,3–3,7 meter |
Selat Sunda bagian selatan Lampung | Udara kabur, berpotensi hujan ringan pada dini hari | 10–16 knot, dari timur hingga tenggara | 3,0–3,4 meter |
Perairan Teluk Lampung bagian selatan | Berawan hingga cerah berawan | 5–12 knot, dari timur hingga tenggara | 1,2–1,7 meter |
Perairan Teluk Lampung bagian utara | Hujan ringan pada dini hari, kemudian udara kabur | 4–9 knot, dari timur hingga tenggara | Sekitar 0,9 meter |
2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 3,7 meter

ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/Itai Perelman Nasich) Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian. BMKG memprakirakan tinggi gelombang sekitar 3,4 meter pada dini hari, kemudian meningkat hingga 3,7 meter pada siang sampai sore hari.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 12–17 knot. Hembusan angin diprakirakan dapat mencapai 28 knot pada beberapa waktu pengamatan.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut. Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko pelayaran, terutama bagi kapal kecil.
3. Samudra Hindia Barat Lampung berpotensi bergelombang tinggi

ilustrasi gelombang tinggi (commons.wikimedia.org/Luis Ascenso) Samudra Hindia barat Lampung juga diprakirakan mengalami gelombang tinggi. Pada 13 Oktober, tinggi gelombang diperkirakan berada di kisaran 3,3–3,7 meter.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 16–17 knot. Hembusan angin pada beberapa waktu dapat mencapai 28 knot.
Arus laut diprakirakan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 1,0–1,1 knot. Perpaduan gelombang tinggi dan hembusan angin tersebut membuat aktivitas pelayaran di perairan terbuka perlu dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.
4. Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang hingga 3,4 meter

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) Selat Sunda bagian selatan Lampung juga perlu diwaspadai. Pada dini hari, gelombang diprakirakan sekitar 3,1 meter, kemudian meningkat menjadi sekitar 3,4 meter pada siang hingga sore hari.
Angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 10–16 knot. Hembusannya berpotensi mencapai 28 knot.
Arus laut diprakirakan bergerak ke arah barat daya hingga barat dengan kecepatan sekitar 1,2–1,5 knot. Kondisi ini penting diperhatikan oleh nelayan serta operator kapal yang melintasi perairan tersebut.
5. Teluk Lampung relatif lebih tenang

ilustrasi gelombang menuju pesisir pantai (pixabay.com/holgerheinze0) Berbeda dengan perairan barat dan Selat Sunda bagian selatan, kondisi Teluk Lampung relatif lebih tenang. Di Perairan Teluk Lampung bagian selatan, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 1,2 meter–1,7 meter.
Gelombang berpotensi mencapai titik tertinggi pada siang hingga sore hari sebelum berangsur turun pada malam hari.
Sementara itu, Perairan Teluk Lampung bagian utara diprakirakan memiliki gelombang sekitar 0,9 meter pada sejumlah waktu pengamatan.
Angin bertiup relatif lebih lemah dibandingkan perairan terbuka di sisi barat Lampung. Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti seluruh aktivitas pelayaran bebas risiko. Nelayan dan operator kapal tetap perlu menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca dan kemampuan kapal.
6. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

ilustrasi kapal (pexels.com/Alexander Bobrov) Berdasarkan prakiraan BMKG, beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat pada Selasa, 13 Oktober 2026, antara lain:






















