- Perairan Barat Lampung: Gelombang berpotensi mencapai 3,1 meter sehingga nelayan dan operator kapal perlu mempertimbangkan keselamatan sebelum melaut.
- Selat Sunda bagian selatan: Hembusan angin dapat mencapai 23 knot, disertai gelombang hingga 3,1 meter.
- Teluk Lampung bagian selatan: Gelombang lebih rendah, sekitar 1,3–1,4 meter, tetapi kondisi tersebut tetap memerlukan kewaspadaan.
- Wisata bahari: Wisatawan perlu memeriksa kondisi laut dan mengikuti arahan petugas sebelum melakukan aktivitas di perairan.
- Operator kapal: Perencanaan pelayaran perlu mempertimbangkan tinggi gelombang, arah angin, arus, serta kemampuan kapal.
Kondisi Perairan Lampung 11 Oktober 2026, Gelombang Capai 3,1 Meter

- BMKG memprakirakan gelombang hingga 3,1 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan pada 11 Oktober 2026, terutama sore hingga malam.
- Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan juga menghadapi angin timur-tenggara, arus ke barat, serta cuaca kabur hingga berawan tebal; hujan ringan berpotensi di Selat Sunda.
- Teluk Lampung selatan relatif lebih tenang dengan gelombang 1,3–1,4 meter, namun nelayan, operator kapal, dan wisatawan bahari tetap diminta memantau peringatan BMKG.
Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Minggu (11/10/2026), perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan tinggi gelombang di kedua wilayah tersebut berpotensi mencapai 3,1 meter.
Sementara itu, kondisi Perairan Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih bersahabat, meskipun gelombang diprakirakan mencapai 1,4 meter pada siang hari. Untuk itu, nelayan, operator kapal, dan wisatawan bahari diimbau memantau pembaruan prakiraan cuaca maritim serta peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut.
Berikut rincian prakiraan kondisi perairan Lampung hari ini berdasarkan data BMKG Maritim.
1. Prakiraan Kondisi Perairan Lampung 11 Oktober 2026
Wilayah Perairan | Kondisi Cuaca | Kecepatan Angin | Tinggi Gelombang |
|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Udara kabur hingga berawan tebal | 8–12 knot, dari timur hingga tenggara | 2,8–3,1 meter |
Selat Sunda bagian selatan Lampung | Udara kabur, berawan tebal, berpotensi hujan ringan | 7–14 knot, dari timur hingga tenggara | 2,8–3,1 meter |
Perairan Teluk Lampung bagian selatan | Cerah berawan hingga berawan | 4–10 knot, arah angin bervariasi | 1,3–1,4 meter |
2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 3,1 meter

ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop) Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai Minggu, 11 Oktober 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang pada tengah malam mencapai sekitar 2,8 meter. Gelombang kemudian diprakirakan meningkat secara bertahap hingga 3,1 meter pada sore sampai malam hari.
Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 8–12 knot. Hembusan angin dapat mencapai 17–19 knot.
Kondisi cuaca diprakirakan berupa udara kabur hingga berawan tebal. Suhu udara di sekitar perairan berkisar 26–28 derajat Celsius.
Selain gelombang, arus laut juga perlu diperhatikan. Prakiraan BMKG menunjukkan arus bergerak ke arah barat hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 0,8–1,1 knot.
Kombinasi gelombang tinggi, angin, dan arus laut tersebut perlu menjadi pertimbangan bagi nelayan maupun kapal yang beroperasi di kawasan pesisir barat Lampung.
3. Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang berpotensi meningkat

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) Selat Sunda bagian selatan Lampung juga perlu mendapat perhatian karena tinggi gelombangnya diprakirakan mencapai 3,1 meter. Pada dini hari, tinggi gelombang diprakirakan sekitar 2,8 meter.
Angka tersebut berpotensi meningkat menjadi 3,1 meter pada sore hingga malam hari. Kecepatan angin berkisar 7–14 knot, dengan arah dominan dari timur hingga tenggara. Hembusan angin sesaat dapat mencapai 21–23 knot.
Dari sisi cuaca, wilayah ini diprakirakan mengalami udara kabur dan berawan tebal. Hujan ringan berpotensi terjadi pada sore hingga petang.
Suhu udara diprakirakan berkisar 27–28 derajat Celsius, sedangkan arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,1–1,3 knot. Kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh pengguna jalur pelayaran Selat Sunda, khususnya kapal kecil dan nelayan tradisional.
4. Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih bersahabat

ilustrasi gelombang tinggi (commons.wikimedia.org/Luis Ascenso) Berbeda dengan perairan terbuka di sisi barat dan selatan Lampung, kondisi Perairan Teluk Lampung bagian selatan diprakirakan relatif lebih tenang. BMKG memperkirakan tinggi gelombang sekitar 1,3 meter pada pagi hari, kemudian meningkat menjadi 1,4 meter pada siang hari.
Kecepatan angin berkisar 4–10 knot, meskipun hembusan sesaat dapat mencapai 14–16 knot. Cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Suhu udara berkisar 26–28 derajat Celsius.
Adapun arus laut diprakirakan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,4–1,9 knot. Meski relatif lebih bersahabat dibandingkan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan, nelayan serta pengguna kapal kecil tetap perlu memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi gelombang.
5. Apa yang perlu diwaspadai nelayan dan pengguna kapal?

ilustrasi nelayan (pexels.com/Quang Nguyen Vinh) Berdasarkan prakiraan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat yang beraktivitas di perairan Lampung.






















