- Perairan barat dan Selat Sunda selatan menjadi wilayah prioritas kewaspadaan. Kedua wilayah tersebut berpotensi mengalami gelombang tinggi, bahkan peringatan BMKG menyebut kemungkinan gelombang mencapai 4 meter pada periode 8–11 Oktober 2026.
- Teluk Lampung relatif lebih terlindung, tetapi bukan berarti bebas risiko. Prakiraan gelombang di bagian utara dan selatan teluk masih menunjukkan kondisi yang perlu diperhitungkan oleh kapal kecil dan nelayan.
- Aktivitas pelayaran harus mempertimbangkan kondisi aktual. Kecepatan angin, arah arus, tinggi gelombang, dan kemampuan kapal perlu menjadi pertimbangan sebelum berangkat. Nelayan dan operator kapal sebaiknya mengikuti peringatan resmi BMKG serta arahan otoritas pelabuhan.
Kondisi Perairan Lampung 10 Oktober 2026, Cek Tinggi Gelombang

BMKG memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan selama 8–11 Oktober 2026.
Teluk Lampung relatif lebih bersahabat, dengan gelombang sekitar 1,2–1,3 meter dan 1,5–1,6 meter di bagian utara pada pagi hari.
Nelayan, operator kapal, dan wisatawan bahari diimbau memantau pembaruan BMKG serta mempertimbangkan angin, arus, gelombang, dan kemampuan kapal sebelum melaut.
IDN Times, Bandar Lampung – Kondisi perairan Lampung, Sabtu (10/10/2026), menunjukkan perbedaan antara perairan terbuka dan wilayah teluk. Perlu diwaspadai terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.
Itu karena, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter–4 meter di kedua wilayah tersebut pada periode 8–11 Oktober 2026.
Sementara itu, perairan Teluk Lampung memiliki kondisi yang relatif lebih bersahabat, meskipun tinggi gelombang di beberapa bagian teluk masih perlu diperhatikan. Tinggi gelombang sekitar 1,2 meter–1,3 meter dan bagian utara sekitar 1,5 meter–1,6 meter pada pagi hari.
Masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, dan wisatawan bahari, diimbau memeriksa pembaruan prakiraan serta peringatan gelombang tinggi sebelum melakukan aktivitas di laut. Berikut rincian prakiraan kondisi perairan Lampung berdasarkan data BMKG Maritim yang berlaku pada 10 Oktober 2026.
1. Tinggi gelombang perairan
Wilayah Perairan | Prakiraan Tinggi Gelombang | Kecepatan Angin | Kategori |
|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | 2,5–3,1 meter | Sekitar 10–15 knot | Tinggi |
Selat Sunda Selatan Lampung | 2,5–3,3 meter | Sekitar 9–15 knot | Tinggi |
Teluk Lampung bagian selatan | Sekitar 1,2–1,3 meter | Sekitar 7 knot | Rendah–sedang |
Teluk Lampung bagian utara | Sekitar 1,5–1,6 meter | Sekitar 3–5 knot | Sedang |
2. Perairan Barat Lampung
Parameter | Prakiraan |
|---|---|
Kondisi cuaca | Udara kabur hingga berawan |
Suhu udara | Sekitar 27–28°C |
Kelembapan | Sekitar 78–80 persen |
Arah angin | Tenggara |
Kecepatan angin | Sekitar 10–11 knot |
Hembusan angin | Hingga sekitar 21 knot |
Tinggi gelombang | Sekitar 2,5–2,6 meter pada dini hari |
Arah arus | Barat laut |
Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena tinggi gelombangnya diprakirakan mencapai sekitar 2,5–3,1 meter.
Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim, pada Sabtu dini hari, gelombang di wilayah ini berada di kisaran 2,5–2,6 meter. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 10–11 knot dan hembusan yang dapat mencapai 17–21 knot.
3. Selat Sunda Selatan Lampung
Parameter | Prakiraan |
|---|---|
Kondisi cuaca | Berawan hingga berawan tebal |
Suhu udara | Sekitar 27–28°C |
Kelembapan | Sekitar 80–83 persen |
Arah angin | Tenggara hingga timur |
Kecepatan angin | Sekitar 9–10 knot |
Hembusan angin | Hingga sekitar 22 knot |
Tinggi gelombang | Sekitar 2,6–2,7 meter pada beberapa waktu pengamatan |
Arah arus | Barat |
Selat Sunda bagian selatan juga perlu diwaspadai. BMKG Maritim memperkirakan tinggi gelombang mencapai sekitar 2,6–2,7 meter pada beberapa waktu pengamatan 10 Oktober, sementara peringatan gelombang tinggi di wilayah ini mencapai 3,3 meter.
Tingginya gelombang perlu menjadi perhatian kapal kecil, nelayan, dan pelaku wisata bahari. Masyarakat yang hendak menyeberang atau melakukan perjalanan laut perlu memeriksa informasi operasional pelayaran terbaru.
4. Teluk Lampung Bagian Selatan
Parameter | Prakiraan |
|---|---|
Kondisi cuaca | Udara kabur, kemudian cerah berawan |
Suhu udara | Sekitar 27°C |
Kelembapan | Sekitar 83 persen |
Arah angin | Tenggara |
Kecepatan angin | Sekitar 7 knot |
Hembusan angin | Sekitar 12–13 knot |
Tinggi gelombang | Sekitar 1,2–1,3 meter |
Arah arus | Barat |
Berbeda dengan perairan terbuka di sisi barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan diprakirakan memiliki gelombang lebih rendah.
Pada Sabtu pukul 07.00 WIB, BMKG memperkirakan tinggi gelombang sekitar 1,3 meter. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 7 knot dan hembusan hingga 13 knot.
Meskipun relatif lebih tenang dibandingkan perairan barat, kondisi ini tidak berarti seluruh aktivitas laut aman tanpa memperhatikan cuaca dan kemampuan kapal.
5. Teluk Lampung bagian Utara
Parameter | Prakiraan |
|---|---|
Kondisi cuaca | Cerah berawan |
Suhu udara | Sekitar 27–28°C |
Kelembapan | Sekitar 75–80 persen |
Arah angin | Utara |
Kecepatan angin | Sekitar 3–5 knot |
Hembusan angin | Sekitar 10–11 knot |
Tinggi gelombang | Sekitar 1,5–1,6 meter |
Arah arus | Barat daya hingga selatan |
Teluk Lampung bagian utara diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan pada pagi hari. Namun, tinggi gelombangnya masih dapat mencapai sekitar 1,5–1,6 meter.
Pada pukul 07.00 WIB, angin diprakirakan bertiup dari utara dengan kecepatan sekitar 3 knot dan hembusan hingga 10 knot. Suhu udara diperkirakan sekitar 27°C dengan kelembapan 80 persen.
Cuaca cerah berawan tidak selalu menunjukkan laut dalam kondisi tenang. Karena itu, nelayan dan pengguna perairan tetap perlu memperhatikan tinggi gelombang serta perubahan arah angin.
6. Analisis kondisi Perairan Lampung

Ilustrasi gelombang angin (freepik.com/wirestock) Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dari prakiraan maritim Lampung pada 10 Oktober 2026.






















