Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Komisi XII DPR Minta PLN Lampung Serius Transisi Energi Bersih

Bandar Lampung
3 min read
Komisi XII DPR Minta PLN Lampung Serius Transisi Energi Bersih
Contoh modernisasi listrik untuk pertanian di Lampung. (IDN Times/PLN Lampung)
  • Sistem listrik Lampung hingga Agustus 2026 memiliki daya mampu 1.836,9 MW, beban puncak 1.532,12 MW, dan cadangan daya 304,7 MW untuk menjaga keandalan pasokan.
  • Energi baru terbarukan menyumbang sekitar 49 persen komposisi pembangkit Lampung, bersumber dari panas bumi, tenaga air, biogas, dan mikrohidro.
  • Komisi XII DPR mengapresiasi keandalan layanan PLN Lampung serta menekankan koordinasi dan pelaksanaan serius transisi energi bersih, termasuk pengembangan PLTS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Berdasarkan data PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung hingga Agustus 2026, daya mampu sistem kelistrikan Lampung mencapai 1.836,9 megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi sebesar 1.532,12 MW. Kondisi tersebut memberikan reserve margin sebesar 304,7 MW sebagai salah satu indikator kesiapan sistem dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Selain itu, Lampung memiliki potensi energi baru terbarukan yang cukup besar. Hingga Agustus 2026, EBT mengambil porsi sekitar 49 persen dari komposisi pembangkit di Lampung, antara lain bersumber dari panas bumi, tenaga air, biogas, dan mikrohidro.

Hal tersebut disampaikan General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko saat rapat kerja bersama Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan beserta anggota dan stakeholder lainnya di Kantor PLN Lampung, Jumat (9/10/2026).

  1. 1. Kecukupan daya modal penting jaga keandalan listrik

    IMG-20260312-WA0003.jpg
    PT PLN UID Lampung menyiapkan 67 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tersebar di 40 lokasi. (Dok. PLN Lampung).

    Noer menjelaskan, kecukupan daya yang tersedia menjadi modal penting bagi PLN untuk menjaga keandalan sekaligus memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat. Apalagi, keandalan listrik merupakan fondasi bagi pelayanan publik, investasi, aktivitas masyarakat, serta pertumbuhan sektor-sektor produktif di Lampung.

    Noer menambahkan, menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mendukung transisi energi menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

    “PLN siap terus bersinergi dengan DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keandalan kelistrikan sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Provinsi Lampung yang berkelanjutan,” jelasnya.

  2. 2. Apa saja yang dibahas saat raker?

    Personel PLN Lampung siap siaga di moment HUT RI ke-79 (IDN Times/Istimewa)
    Personel PLN Lampung siap siaga di moment HUT RI ke-79 (IDN Times/Istimewa)

    Anggota Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan mengatakan, pada rapat kerja bersama PLN Lampung, membahas berbagai isu strategis sektor energi di daerah. Pembahasan mencakup sistem ketenagalistrikan, kesiapan pasokan energi primer, hingga pengembangan energi baru terbarukan.

    Pada sektor ketenagalistrikan, Putri mengapresiasi upaya PLN dalam menjaga kecukupan pasokan dan keandalan pelayanan listrik di Lampung. “Laporan PLN UID Lampung sangat baik, baik dari sisi pasokan maupun keandalan listrik," katanya.

    "Pasokannya aman dan tingkat keandalannya juga terjaga, artinya pemadaman dapat diminimalkan sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap terjamin. Dari laporan yang kami terima dan pelaksanaan yang kami lihat, sejauh ini sudah berjalan dengan baik,” ujar Putri.

  3. 3. DPR soroti pentingnya energi bersih harus diterapkan serius

    Percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah
    Percontohan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. (Dok. PLN Lampung).

    Komisi XII juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, regulator, dan badan usaha untuk memastikan pelayanan energi kepada masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi.

    Selain itu, Komisi XII juga menyoroti pentingnya menjaga ketahanan energi melalui kepastian pasokan energi primer serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi. Di sisi lain, pengembangan energi bersih menjadi perhatian sejalan dengan agenda transisi energi nasional.

    “Kami tetap menekankan bahwa transisi energi menuju energi bersih harus terus dijalankan secara serius. Lampung memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, termasuk PLTS dan sumber energi bersih lainnya. Mudah-mudahan ke depan keandalan pasokan energi tetap terjaga dan transisi energi dapat terus berjalan dengan baik,” tambah Putri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More