13 Laporan Siber Sasar Pemkot Bandar Lampung, Ada Judi Online

Sebanyak 13 laporan insiden dan kerentanan siber menyasar aset digital Pemkot Bandar Lampung selama semester I 2026, termasuk paparan informasi dan penyisipan tautan judi online.
Temuan didominasi information disclosure dan data exposure sebesar 38 persen, disusul kesalahan konfigurasi keamanan 15 persen, serta perangkat lunak rentan dan paparan data sensitif.
Pemkot Bandar Lampung akan memperkuat peran CSIRT untuk pelaporan, verifikasi, penanganan, pemulihan, rekomendasi teknis, serta sosialisasi SOP aduan insiden siber kepada perangkat daerah.
Bandar Lampung, IDN Times – Sebanyak 13 laporan insiden dan kerentanan siber menyasar aset digital Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sepanjang semester I tahun 2026.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bandar Lampung, Rizky Agung Ariesantho, mengatakan, temuan tersebut tercatat dalam rekapitulasi insiden siber semester I 2026 yang dihimpun BandarLampung-CSIRT atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).
“Berdasarkan Rekapitulasi Insiden Siber Semester I Tahun 2026, Bandar Lampung TTIS mencatat adanya 13 laporan insiden dan kerentanan siber yang menyasar aset digital. Gangguan yang ditemukan beragam, mulai dari paparan informasi hingga penyisipan tautan judi online,” katanya, Sabtu (10/10/2026).
1. Paparan informasi mendominasi temuan siber

Ilustrasi melayani secara online. (Pexels.com/Mart Production) Rizky menjelaskan, dari sejumlah laporan tersebut, gangguan didominasi information disclosure dan data exposure dengan persentase mencapai 38 persen.
Sementara itu, security misconfiguration atau kesalahan konfigurasi keamanan tercatat sebesar 15 persen.
“Selain itu, kami juga mendapati temuan lain seperti vulnerable software, sensitive data exposure, hingga SEO spam berupa penyisipan tautan judi online,” jelasnya.
Temuan ini menjadi perhatian karena aset digital pemerintah digunakan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
2. Pemkot perkuat kesiapan menangani insiden siber

Ilustrasi rapat. (Pexel.com/fauxels) Rizky menyampaikan, perkembangan transformasi digital turut meningkatkan risiko terhadap keamanan informasi. Karena itu, pengelolaan sistem elektronik perlu dibarengi kesiapan dalam mendeteksi dan menangani berbagai ancaman siber.
“Transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sekaligus meningkatkan risiko terhadap keamanan informasi,” ujarnya.
3. Bandar Lampung-CSIRT diperkuat

Ilustrasi kolaborasi. (Pexels.com) Rizky menyatakan, Pemkot bakal memperkuat peran Bandar Lampung-CSIRT atau TTIS sebagai pusat koordinasi penanganan insiden siber.
Peran tersebut mencakup proses pelaporan, verifikasi, penanganan, pemulihan, hingga pemberian rekomendasi teknis.
Ia menjelaskan, pemerintah menyosialisasikan standar operasional prosedur (SOP) penanganan aduan insiden siber kepada jajaran perangkat daerah.
"Lewat langkah ini kami harap dapat meningkatkan literasi digital sekaligus membangun budaya keamanan informasi di lingkungan pemerintahan," tuturnya.

























