Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Kisah Nenek Sutiah, Calon Jemaah Haji Tertua 107 Tahun asal Lampung

Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya sih...
  • Sutiah Sunyoto, calon jemaah haji tertua Lampung berusia 107 tahun, menjalani kehidupan sederhana dengan rutin membersihkan rumah dan sawah.
  • Meski usianya sudah lebih dari seabad, nenek Sutiah tetap menjalani proses pemberangkatan haji dengan tertib dan hanya makan makanan sederhana.
  • Dengan harapan yang sederhana, Sutiah hanya ingin pulang ke tanah air dengan gelar haji mabrur dan bisa sujud di depan Ka'bah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Di tengah hiruk-pikuk langkah tergesa para rombongan calon jemaah haji, tampak seorang perempuan tua perlahan turun dari bus. Tubuhnya sedikit membungkuk, tapi tampaknya masih ringan dan penuh semangat.

Sosok lansia itu ialah Sutiah Sunyoto, salah satu calon jemaah haji kloter 19 JKG sekaligus kloter ke-5 Lampung asal Kabupaten Lampung Selatan. Ia merupakan calon jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung berusia 107 tahun.

Wanita lahir pada 3 Oktober 1917 di Sidomulyo, Lampung Selatan silam ini nampak hanya membawa tentengan tas kecil berisi makanan-makanan ringan dengan bantal biru melingkar di lehernya.

"Alhamdulillah, masih kuat jalan. Gak apa-apa pelan-pelan yang penting bisa sampai," sapa Sutiah dengan senyum ke sorot kamera awak media dan sejumlah petugas menyambut kedatangannya bersama rombongan di Asrama Haji Lampung, Rabu (7/5/2025).

1. Jaga kondisi tubuh dengan aktivitas rumahan

Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Di usia senjanya, Sutiah menjalani kehidupan sehari-hari dengan sederhana. Tak banyak aktivitas berat dilakoninya, tapi cukup menjaga kondisi tubuh tetap bergerak. Ia mengaku masih rutin menyapu halaman sendiri, mencabut rumput liar, dan membersihkan rumah.

Bukan hanya itu, sesekali ia masih menengok sawah kecil peninggalan almarhum sang suaminya yang telah meninggalkannya sejak lama.

“Saya gak kerja berat, cuma bersih-bersih di rumah. Kadang ke sawah, lihat-lihat aja,” ucapnya lembut dengan suara yang masih sangat jelas di usia yang sudah lebih dari seabad tersebut.

2. Pola hidup sederhana jadi rahasia kesehatan

Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dari pernikahannya bersama almarhum suami, Sutiah memiliki sembilan anak yang seluruhnya sudah berkeluarga. Para anak dan cucunya silih bergantian menemani hari-hari senjanya, tapi semangat hidup dan kemandirian tak pernah luntur darinya.

Meski sudah termakan usia, Sutiah menjalani setiap proses tahapan pemberangkatan haji dengan tertib, termasuk mengikuti bimbingan manasik dan tetap hadir dalam setiap tahap persiapan. Pola hidup sangat sederhana diakui menjadi rahasia kesehatan nenek Sutiah.

"Saya ndak makan yang aneh-aneh. Dari muda ya makan itu-itu saja, sayur-sayuran, tempe, daun singkong sama banyak minum air putih. Udah cukup," katanya seraya tersenyum kecil.

3. Berharap haji mabrur

Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Nenek Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dari Provinsi Lampung di tahun ini usia 107 tahun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dalam setiap langkahnya, harapan Sutiah tak muluk-muluk, bahkan tidak minta fasilitas khusus, tidak juga banyak bicara soal keluh kesah, ia hanya terus memanjatkan doa selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan pulang ke tanah air dengan gelar haji mabrur.

“Kalau bisa pulang sehat, ndak kurang apa-apa, itu sudah syukur. Saya cuma pengin bisa sujud di depan Ka’bah,” lirih nenek Sutiah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us