Kedok Kardus Keripik, 4.364 Cartridge Narkotika Disita di Bakauheni

Aparat gabungan menyita 4.364 cartridge liquid vape yang diduga mengandung narkotika dari bus rute Medan-Tangerang di Pelabuhan Bakauheni, Senin dini hari.
Cartridge merek Yakuza XL dan Batman disembunyikan dalam tiga kardus keripik singkong; uji awal menunjukkan indikasi kokain, sementara hasil laboratorium masih ditunggu.
Barang bukti diamankan di Lanal Lampung bersama pengemudi bus dan data pengirim untuk pendalaman; TNI AL memperkuat pengawasan jalur penyeberangan.
Lampung Selatan, IDN Times - Sebanyak 4.364 cartridge liquid vape diduga mengandung zat narkotika disita aparat gabungan di Pelabuhan ASDP Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Ribuan cartridge disembunyikan di dalam tiga kardus berisi keripik singkong yang diangkut bus antarkota antarprovinsi (AKAP) rute Medan-Tangerang.
Pengungkapan dilakukan Tim F1QR Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung bersama Satgas Intelmar Pusintelal dan Tim Pengamanan Objek Vital Nasional (Pamobvitnas) ASDP Bakauheni, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 02.50 WIB
Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia mengatakan, pengungkapan berawal dari informasi intelijen terkait dugaan pengiriman cartridge liquid vape yang terindikasi mengandung narkotika melalui jalur penyeberangan laut. Kemudian petugas memeriksa bus ALS bernomor polisi BK 7571 UA yang melintas di kawasan Pelabuhan ASDP Bakauheni.
"Dari pemeriksaan bagasi bus, petugas menemukan tiga kardus berisi keripik singkong. Setelah diperiksa lebih lanjut, di dalam kardus tersebut terdapat ribuan cartridge liquid vape merek Yakuza XL dan Batman yang diduga mengandung zat narkotika," ujarnya, Selasa (13/10/2026).
1. Total barang bukti mencapai 4.364 cartridge

Lanal Lampung menggelar konferensi pers pengungkapan 4.364 cartridge liquid vape diduga mengandung zat narkotika. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna) Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penghitungan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Uki mengungkapkan, total barang bukti disita personel gabungan dalam kegiatan operasi tersebut mencapai 4.364 cartridge.
Rinciannya, 1.590 cartridge Yakuza XL ungu dan 1.173 cartridge Yakuza XL merah ditemukan dalam dua kardus. Sementara kardus ketiga berisi 797 cartridge Batman hitam, 210 cartridge Yakuza XL ungu, dan 594 cartridge Yakuza XL merah.
"Hasil pengujian awal menunjukkan seluruh barang bukti bereaksi positif terhadap indikasi kandungan kokain. Namun, kepastian kandungan zat dalam ribuan cartridge itu masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," ungkap Uki
2. Barang bukti ditaksir bernilai Rp34,912 miliar.

Lanal Lampung menggelar konferensi pers pengungkapan 4.364 cartridge liquid vape diduga mengandung zat narkotika. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna) Bila kandungan kokain tersebut nantinya terbukti berdasarkan pemeriksaan laboratorium, nilai pasar seluruh barang bukti diperkirakan mencapai Rp34,912 miliar.
"Nilai tersebut masih merupakan estimasi awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan barang bukti," jelas Uki.
Meski demikian, etomidate telah tercantum sebagai narkotika Golongan II. Sedangkan kokain termasuk narkotika Golongan I.
Penerapan ketentuan hukum dalam perkara tersebut tetap akan mengacu pada hasil pemeriksaan barang bukti dan proses penyidikan aparat berwenang.
"Saat ini, seluruh barang bukti diamankan di Markas Komando Lanal Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pengemudi bus dan data pengirim masih diamankan petugas guna kepentingan pendalaman," ucap Uki.
3. TNI AL perkuat pengawasan jalur penyeberangan

Lanal Lampung menggelar konferensi pers pengungkapan 4.364 cartridge liquid vape diduga mengandung zat narkotika. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna) Uki menegaskan, TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral III akan terus memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum dan pengelola pelabuhan untuk mencegah peredaran narkotika melalui jalur penyeberangan.
"Kami mengimbau masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada pihak berwenang, apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas peredaran narkotika," imbuh Uki.


















