Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kecelakaan Maut Bus Vs Tronton di Tol Lampung, 1 Meninggal dan 7 Luka
kecelakaan lalu lintas antara bus dan truk di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung KM 35+000 jalur A dari arah Bakaueheni menuju Terbanggi Besar di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (25/2/2022). (Dok. Hutama Karya).

Lampung Selatan, IDN Times - Satu korban meninggal dunia, dua luka berat dan lima luka ringan imbas kecelakaan lalu lintas antara bus dan truk di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung KM 35+000 jalur A dari arah Bakaueheni menuju Terbanggi Besar di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (25/2/2022) sore.

Kecelakaan maut ini antara PO Bus SAN BD 7036 CZ dan truk tronton Hino BG 8765 UW dikemudikan Ahmad Deni Fahrudin (25) warga Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji.

Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP Jonnifer Yolandra mengatakan, satu korban meninggal dunia yaitu, AOP (7), warga Desa Ranjungan Kecamatan Pinuraya, Bengkulu Selatan. Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan luka robek di lutut kiri dan meninggal dunia di RS Imanuel Bandar Lampung. Sementara dua luka berat dan lima luka ringan ada dirawat di RS Bob Bazar Kalianda dan RS Immanuel.

Sopir bus diduga lalai

Terkait kronologi kecelakaan, Jonnifer menjelaskan bus SAN  melaju beriringan dengan bus lain di depannya dari arah Bakauheni menuju arah Terbanggi Besar di lajur lambat. Setibanya di lokasi kecelakaan, bus di depannya berpindah lajur ke lajur cepat.

Saat bersamaan bus SAN yang dikemudikan Hengki Rinaldi (31), warga Rawa Makmur Kota Bengkulu, juga hendak berpindah lajur ke kanan mengikuti bus di depannya. Diduga tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang, pada saat akan berpindah lajur, melintas pikap melintas di lajur cepat.

"Bus SAN ini kembali ke lajur lambat. Tapi kemudian malah menabrak bak belakang truk tronton Hino," ungkap Jonnifer.

Kurang antisipasi dan jaga jarak

kecelakaan lalu lintas antara bus dan truk di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung KM 35+000 jalur A dari arah Bakaueheni menuju Terbanggi Besar di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (25/2/2022). (Dok. Hutama Karya).

Branch Manager Ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar PT Hutama Karya (Persero), Hanung Hanindito saat dikonfirmasi membenarkan terjadi kecelakaan melibatkan kendaraan bus besar nomor kendaraan BD 7036 CZ dan kendaraan truk Golongan II plat nomor kendaraan BG 8765 UW di KM 35+000. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, kendaraan bus besar melaju dari arah Bakauheni menuju arah Terbanggi Besar.

Saat di lokasi kejadian, bus hendak mendahului kendaraan truk golongan II BG 8765 UW yang berada di lajur lambat. Saat bus menuju lajur cepat untuk mendahului, terdapat kendaraan lain sedang melaju di lajur cepat.

"Dikarenakan kurang antisipasi dan jaga jarak, kendaraan bus besar berpindah kembali ke lajur lambat dan mengakibatkan kendaraan tersebut menabrak bagian kanan belakang kendaraan truk golongan II. Posisi akhir kendaraan berada di lajur lambat," papar Hanung.

Cepat ditangani divisi operasi dan pemeliharaan jalan tol serta polisi

Menurut Hanung, kecelakaan ini tidak berdampak pada arus lalu lintas di jalan tol. Selain itu, telah ditangani oleh Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya selaku pengelola Ruas Tol Bakter.

"Ini juga  melibatkan pihak kepolisian daerah setempat dan lokasi kejadian telah
kembali normal pada pukul 16:25. Adapun untuk informasi mengenai jumlah dan identitas
korban dapat menghubungi pihak kepolisian setempat," jelasnya.

 

Patuhi ketentuan dan tata tertib di jalan tol

kecelakaan lalu lintas antara bus dan truk di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung KM 35+000 jalur A dari arah Bakaueheni menuju Terbanggi Besar di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (25/2/2022). (Dok. Hutama Karya).

Hutama Karya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol. Misalnya, berkendara di kecepatan maksimal 100 km/jam.

"Cek juga kondisi kendaraan sebelum mengemudi, memastikan berkendara dalam kondisi prima dan tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk. Serta selalu SETUJU (selamat sampai tujuan ) bahwa keselamatan adalah nomor satu," imbau Hanung.

Editorial Team

Related Article