Bandar Lampung, IDN Times - Ribuan titik panas yang terdeteksi di Lampung selama hampir dua bulan terakhir memunculkan pertanyaan soal efektivitas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). WALHI Lampung menilai kebakaran yang terus berulang di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menunjukkan masih lemahnya upaya perlindungan kawasan konservasi.
Berdasarkan analisis pemantauan satelit MODIS, VIIRS, dan SNPP pada 29 Agustus hingga 25 Oktober 2026, WALHI Lampung mencatat 8.686 titik panas di Lampung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.765 titik terdeteksi di kawasan konsesi perkebunan dan 3.921 titik lainnya berada di kawasan hutan, termasuk 1.328 titik di TNWK.
Temuan tersebut menjadi sorotan WALHI karena kebakaran tidak hanya mengancam kelestarian habitat satwa, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.
