Isu Beras Oplosan Mencuat, Pemkab Lamsel Gelar Sidak

- Tak ditemukan praktik jual beras oplosan
- Imbau masyarakat lapor jika temukan beras tak sesuai kualitas
- Pemkab akan salurkan bantuan beras
Lampung Selatan, IDN Times - Praktik pengoplosan beras kembali terungkap. Beras kualitas rendah dicampur dan dikemas ulang seolah-olah premium, lalu dijual dengan harga tinggi.
Modus ini tak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tapi juga berpotensi membahayakan kesehatan karena beberapa beras diduga mengandung zat pemutih. Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan tidak ditemukannya praktik pengoplosan beras di wilayah Pasar Kalianda.
1. Tak ditemukan praktik jual beras oplosan

Kepastian ini disampaikan usai tim gabungan Pemkab Lampung Selatan memantau langsung ke empat titik pedagang beras. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan, Eka Riantinawati memantau langsung ke Pasar Inpres Kalianda.
"Kami ingin memastikan langsung di lapangan karena isu beras oplosan saat ini menjadi perhatian nasional. Alhamdulillah di Kalianda tidak ditemukan praktik itu. Beras premium dijual sesuai jenisnya, begitu juga dengan beras medium," kata Eka Riantinawati, Rabu (16/7/2025).
2. Imbau masyarakat lapor jika temukan beras tak sesuai kualitas

Eka menjelaskan, harga beras premium di Pasar Kalianda sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp14.900/kg. Sedangkan beras medium Rp12.500/kg. Meski demikian, ia mengakui terjadi sedikit penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk cerdas memilih beras. Jika menemukan indikasi oplosan atau harga tidak sesuai kualitas, segera lapor ke petugas pasar, UPT Pasar, atau Pemkab,” ujarnya.
3. Pemkab akan salurkan bantuan beras

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi gejolak harga, Pemkab Lampung Selatan juga akan menyalurkan bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog kepada 106.415 Kepala Keluarga penerima.
“Insyaallah dalam waktu dekat akan kami distribusikan,” tambah Eka.
Ia berharap, langkah ini tidak hanya mampu menekan kenaikan harga sekaligus menjamin ketersediaan beras layak konsumsi bagi masyarakat Lampung Selatan.