Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inflasi Lampung Capai 5,51 Persen, Tertinggi Selama 3 Tahun Terakhir
Ilustrasi Inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2022 di dua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Lampung secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Pada Desember 2022, terjadi inflasi years on years (yoy) gabungan dua kota di Lampung sebesar 5,51 persen, dengan IHK sebesar 114,68 yakni di Kota Bandar Lampung sebesar 5,52 persen, dengan IHK sebesar 114,63 dan Kota Metro sebesar 5,37 persen dengan IHK sebesar 115,09.

Berdasarkan data BPS Lampung, tingkat inflasi tahun ke tahun Desember 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 5,51 persen. Itu tertinggi tiga tahun terakhir. Sedangkan merujuk tingkat inflasi bulan ke bulan, Desember 2022 mengalami inflasi sebesar 0,62 persen, lebih rendah jika dibandingkan bulan Desember 2021 yang mengalami inflasi tertinggi dalam tiga tahun terakhir yaitu sebesar 0,99 persen.

1. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 15,37 persen

Ilustrasi Moda Transportasi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Lampung, Riduan menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga. Itu ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks (inflasi) kelompok pengeluaran. Komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada Desember 2022, antara lain bensin, rokok kretek filter, angkutan udara, beras, sekolah menengah atas, telur ayam ras dan angkutan dalam kota.

“Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 15,37 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 106,02 pada Desember 2021 menjadi 122,31 pada Desember 2022,” kata Riduan melalui konferensi BPS Lampung, Selasa (3/1/2023).

2. Rincian kelompok pengeluaran mengalami kenaikan

ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Riduan menjelaskan, rinican kelompok pengeluaran mengalami kenaikan yaitu kelompok transportasi memberikan andil sebesar 2,02 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil sebesar 1,46 persen. Lalu, kelompok pendidikan memberikan andil sebesar 0,47 persen. Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga memberikan andil sebesar 0,33 persen, kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil sebesar 0,28 persen.

Selanjutnya, ada kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran memberikan andil sebesar 0,26 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil sebesar 0,14 persen, kelompok kesehatan memberikan andil sebesar 0,12 persen serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya memberikan andil sebesar 0,11 persen.

3. Kelompok mengalami deflasi

Ilustrasi Deflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara itu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan secara keseluruhan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen. Kelompok ini pada Desember 2022 secara yoy mengalami deflasi sebesar 1,14 persen atau terjadi penurunan indeks dari 95,42 pada Desember 2021 menjadi 94,33 pada Desember 2022.

Dari empat subkelompok pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami deflasi yaitu, peralatan informasi dan komunikasi 3,69 persen dan subkelompok jasa keuangan 6,74 persen. Sementara, dua subkelompok lainnya yaitu layanan informasi dan komunikasi serta subkelompok asuransi tidak mengalami perubahan indeks.

Editorial Team

Related Article