Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ikut Ibunya Cuci Baju, Balita di Way Kanan Hanyut Terseret Arus Sungai
Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)
  • Seorang balita 2 tahun diduga hanyut di Sungai Umpu Kampung Menanga, Way Kanan
  • Korban Nur Latifah ikut ibunya mencuci baju, hilang dan terseret arus sungai
  • Tim SAR gabungan memasuki hari ketiga pencarian, melibatkan aparatur desa dan Basarnas Lampung
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Way Kanan, IDN Times - Seorang balita masih berusia 2 tahun diduga hanyut di Sungai Umpu Kampung Menanga di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan. Korban dilaporkan terseret arus sungai saat menemani ibunya mencuci baju.

Korban Nur Latifah (2), sosok balita perempuan merupakan warga kampung setempat kini masih terus dicari tim SAR gabungan.

"Benar, hari ini tim SAR gabungan memasuki hari ketiga proses pencarian yang masih terus berlangsung," ujar Koordinator Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri dikonfirmasi, Senin (10/2/2025).

1. Ibu korban tak menyadari anaknya jatuh ke sungai

Tim SAR gabungan lakukan operasi pencarian korban Nur Latifah. (Dok. SAR Way Kanan).

Zian mengungkapkan, peristiwa hilangnya korban Nur Latifah ini bermula saat balita tersebut ikut bersama sang ibu mencuci baju di Sungai Umpu yang kebetulan tak jauh dari kediaman keluarga tersebut, Kamis (6/2/2025).

Saat aktivitas mencuci baju tersebut, ibu balita ini tidak menyadari putrinya Nur Latifah sudah hilang diduga jatuh ke sungai hingga tenggelam hingga terseret arus.

"Saat itu, ibu korban pulang ke rumah dan menceritakan kejadian ini kepada ayah korban yang selanjutnya dilaporkan kepada aparatur desa setempat," ungkapnya.

2. Aparatur desa bersama warga dan keluarga sempat melakukan pencarian mandiri

Penampakan lokasi Sungai Umpu Kampung Menanga di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan. (Dok. SAR Way Kanan).

Pascaperistiwa tersebut, Zian melanjutkan, aparatur desa bersama para warga dan pihak keluarga melaksanakan pencarian secara mandiri hingga, Sabtu (8/2/2025). Sayangnya, kegiatan pencarian berlangsung nihil.

Selanjutnya aparat desa memutuskan melaporkan kejadian ini kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Lampung. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Pos SAR Tulang Bawang segera menuju lokasi kejadian dan melaksanakan operasi SAR.

"Sejak dilaporkan di hari Sabtu, kegiatan operasi pencarian selama dua hari kemarin belum membuahkan hasil tak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban," katanya.

3. Tim SAR gabungan memperluas radius pencarian

Tim SAR gabungan lakukan operasi pencarian korban Nur Latifah. (Dok. SAR Way Kanan).

Seiring operasi pencarian memasuki hari ketiga ini, Zain mengatakan, Tim SAR gabungan mengerahkan lebih banyak tenaga personel dan peralatan, dengan memperluas radius kegiatan pencarian terhadap korban.

"Kami masih berupaya melaksanakan pencarian pada hari ini hingga radius 3 km menuju hilir dari lokasi kejadian, mohon doa dan dukungannya," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article