Lampung Selatan, IDN Times - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan masih berlangsung hingga Minggu (18/10/2026) malam. Gunung api tersebut beberapa kali mengalami erupsi, termasuk dua letusan pada malam hari tidak terlihat secara visual.
Berdasarkan data diterima IDN Times, dua erupsi masing-masing terjadi pada pukul 22.22 WIB dan 22.25 WIB. Meski tidak teramati secara langsung, aktivitas tersebut tetap terekam oleh seismograf. Erupsi pukul 22.22 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 45 milimeter dengan durasi 100 detik. Sementara erupsi pada pukul 22.25 WIB masih berlangsung saat laporan pengamatan dibuat.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, pemantauan terus dilakukan melalui pengamatan visual maupun instrumen.
“Berdasarkan catatan pemantauan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi hingga malam hari. Kami terus memantau setiap kejadian melalui pengamatan visual dan rekaman seismograf untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
