Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Peringatkan Banjir Rob dan Gelombang Tinggi di Lampung
ilustrasi banjir rob (pexels.com/Jan van der Wolf)
  • BMKG memprediksi fase Bulan Baru 10 Oktober 2026 memicu banjir rob di pesisir Lampung pada 12–15 Oktober, dengan pasang maksimum sekitar pukul 19.00–23.00 WIB.

  • Enam wilayah berpotensi terdampak rob: Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan pesisir timur Lampung; aktivitas pelabuhan, permukiman, serta perikanan dapat terganggu.

  • Gelombang 2,5–4 meter diprakirakan terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan; nelayan, operator kapal, dan warga pesisir diminta memantau informasi BMKG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Fenomena fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 berpotensi memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Lampung pada 12–15 Oktober 2026. Pasang maksimum diprediksi terjadi sekitar pukul 19.00–23.00 WIB, sehingga warga yang tinggal di kawasan pesisir perlu mewaspadai kenaikan air laut.

Selain potensi banjir rob, BMKG Maritim Lampung juga memprakirakan gelombang laut mencapai 2,5–4 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung. Berikut wilayah terdampak dan kondisi perairan Lampung yang perlu diwaspadai.

1. Enam wilayah pesisir Lampung berpotensi terdampak rob

Dampak banjir rob di pesisir Pantai Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. (Dok. Polres Tanggamus).

Sejumlah wilayah pesisir Lampung yang perlu mewaspadai potensi banjir rob meliputi Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan pesisir timur Lampung.
Pasang maksimum air laut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan bongkar muat di pelabuhan, permukiman yang berada di kawasan pesisir, hingga aktivitas perikanan darat.

Warga yang tinggal di sekitar pantai perlu memperhatikan kondisi air laut selama periode tersebut, terutama saat pasang maksimum diprediksi berlangsung pada malam hari.

2. Gelombang laut di perairan Lampung berpotensi capai 4 meter

Ilustrasi gelombang laut. (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan informasi BMKG Maritim Lampung berlaku pada 12 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 15 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, tinggi gelombang di sejumlah perairan Lampung diprakirakan mencapai 1,25 meter–4 meter.

Gelombang setinggi 1,25 meter –2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Teluk Lampung bagian selatan dan utara. Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 meter–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung.

Dalam kondisi sinoptik, pola angin di perairan Lampung umumnya bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 2–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan Lampung, dan Teluk Lampung bagian selatan.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh nelayan dan pengguna transportasi laut karena gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.

3. Warga pesisir dan nelayan diimbau tingkatkan kewaspadaan

Ilustrasi nelayan menangkap ikan. (IDN Times/Dhana Kencana)

Masyarakat di kawasan pesisir Lampung diimbau memantau informasi terbaru dari BMKG selama periode potensi banjir rob dan gelombang tinggi. Warga juga perlu mewaspadai kemungkinan air laut menggenangi daratan saat pasang maksimum.

Nelayan dan operator kapal sebaiknya memperhatikan prakiraan cuaca maritim serta kondisi angin dan gelombang sebelum beraktivitas di laut. BMKG Maritim Lampung turut mengingatkan risiko keselamatan pelayaran ketika kecepatan angin dan tinggi gelombang mencapai ambang tertentu sesuai jenis kapal.

Dengan memperhatikan informasi cuaca dan kondisi pasang air laut, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi potensi gangguan aktivitas di wilayah pesisir maupun perairan Lampung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article