Berdamai dengan Keadaan, Alasan Pria Pringsewu Gelar Pesta Perceraian

- Rian Maulana menggelar perayaan perceraian dengan mantan istri yang baru dinikahinya pada 3 Maret 2024.
- Awalnya meratapi keretakan rumah tangga, Rian akhirnya menerima perpisahan sebagai jalan terbaik.
- Rian mendapat dukungan penuh dari keluarga dan teman-teman dalam perayaan tersebut, tanpa memberikan amplop atau aturan berbusana.
Pringsewu, IDN Times - Momen perceraian tak selamanya dimaknai kesedihan melainkan juga disambut dengan sukaria. Perasaan itu mendorong Rian Maulana sampai akhirnya menggelar acara perayaan perceraian baru-baru ini viral di media sosial (Medsos).
Pria asal Pekon Kediri, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu ini mengaku telah menerima dan berdamai atas perceraian dengan sang mantan istri baru dinikahinya pada 3 Maret 2024 kemarin.
"Ya memang perceraian mungkin bagi sebagian orang momen sedih, cuma kalau saya sudah sampai di titik yang sudah menerima. Maka dari itu ya sudah, saya bikin acara mengundang saudara-saudara, teman-teman ingin merayakannya saja. Makan-makan sambil menikmati hiburan seperti itu," ujarnya saat dihubungi, Rabu (17/7/2024).
1. Tak sangka acaranya bakal viral

Terlepas dari perayaan tersebut, Rian awalnya sempat meratapi keretakan biduk rumah tangganya baru seumur jagung. Namun demikian, ia menyadari perpisahan merupakan jalan terbaik dalam hubungannya tersebut.
"Baru-baru ini sekitar satu bulan lalu, sudah gak sama-sama lagi pisah. Iya masih hitungan bulan, karena sudah tidak harmonis saja," ucapnya.
Meski begitu, ia sejatinya tidak menyangka unggahan acara perayaan perceraian ini bakal banyak mengundang perhatian publik. "Kira viralnya lokal aja di sekitaran Pringsewu, karena memang acara langka, gak sangka juga kalau bisa sampai nasional," tambah dia.
2. Akui didukung keluarga dan teman-teman

Di tengah kondisi serupa, Rian mengaku beruntung memiliki orang tua dan dikelilingi lingkungan keluarga hingga teman-teman terdekat mendukung penuh atas keputusannya itu, termasuk merayakan acara momen perceraiannya.
Dukungan itu bukan hanya diterima secara moril, melainkan juga disertai kiriman ucapan berupa buket sampai karangan papan bunga dengan pesan narasi bahagia.
"Iya banyak (pesan ucapan) dari teman-teman dan keluarga, karena mungkin saya sudah berdamai tadi, makanya mereka mengucapkan dengan gaya bahasa yang bahagia," ujarnya.
3. Ajak para tamu undangan bersenang-senang

Dalam perayaan acara ini, Rian mengatakan, sengaja meminta para tamu undangan sebagian besar merupakan keluarga dan teman-teman dekatnya, untuk tidak memberikan amplop hingga memakai aturan berbusana.
Sebab, ia menekankan kepada para tamu untuk berbahagia bersama tanpa terbebani memberikan sumbangan atau memaksakan diri menggunakan pakaian tertentu.
"Saya ingin tamu yang datang menjadi dirinya sendiri. Kita senang-senang saja, makan-makan seperti itu," tandas pemilik akun Instagram @miriprian tersebut.



















