Metro, IDN Times - Terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Metro beberapa waktu terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Pemerintah Kota Metro, kepolisian, dan Hiswana Migas melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau kondisi stok dan penyaluran BBM di SPBU, Selasa (6/10/2026).
SPBU yang disidak di antaranya 24.341.09 dan SPBU 23.341.30, Kota Metro, Lampung. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Metro, Kepolisian, serta Hiswana Migas DPC Lampung sebagai tindak lanjut atas informasi terkait
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan, sidak bertujuan memastikan ketersediaan stok dan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil pemantauan, stok BBM di kedua SPBU yang dikunjungi terpantau tersedia dan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Dalam kunjungan ini, stok Pertalite, Biosolar, dan Pertamax di kedua SPBU terpantau tersedia dan cukup. Kami juga melakukan pengecekan terhadap penyaluran Biosolar melalui sistem digitalisasi, termasuk memastikan kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian,” ujar Rusminto.
Menurutnya, hasil pemantauan di lapangan, konsumen yang melakukan antrean Biosolar menyampaikan proses antrean cukup lancar. Sementara itu, antrean Pertalite terpantau kondusif dengan kondisi stok yang masih memadai.
Pertamina juga memastikan pasokan Biosolar dan Pertalite dalam perjalanan menuju wilayah Kota Metro. Dengan adanya pasokan tersebut, Pertamina terus memantau untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU tetap terjaga dan penyaluran kepada masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya serta tetap menjaga ketertiban selama proses pengisian di SPBU. Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun layanan terkait produk dan pelayanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135," kata Rusminto.
