Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Alasan Pemkot Bandar Lampung Bilang RPJMD Butuh Sinergi Semua Pihak

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat Musrenbang. (IDN Times/Muhaimin)
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat Musrenbang. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya sih...
  • Pemerintah Kota Bandar Lampung pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan RPJMD 2025-2029.
  • Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi bagian penting menopang keberlanjutan pembangunan di kota tersebut.
  • Seluruh perangkat daerah diminta fokus pada program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti akses air bersih, pengelolaan sampah, dan penciptaan lapangan kerja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyebut pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana pada acara penyusunan RPJMD 2025–2029, Senin (19/5/2025). “Kami harap pembangunan lima tahun ke depan berjalan lancar, baik dari sisi kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan, infrastruktur maupun lingkungan,” katanya.

1. Peningkatan PAD jadi bagian penting

seseorang memegang beberapa lembar uang rupiah (https://unsplash.com/@black0ut)
seseorang memegang beberapa lembar uang rupiah (https://unsplash.com/@black0ut)

Eva menyebut, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi bagian penting menopang keberlanjutan pembangunan di kota tersebut.

"Doa kan agar PAD kita juga semakin banyak agar fasilitas dan infrastruktur untuk warga masyarakat Bandar Lampung dapat kita bangun secara baik dan merata," ujarnya.

2. Fokus pada pelayanan dasar

Ilustrasi Bank. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Bank. (IDN Times/Aditya Pratama)

Eva meminta seluruh perangkat daerah untuk fokus pada program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya peningkatan layanan dasar seperti akses air bersih, pengelolaan sampah, transportasi publik, hingga penciptaan lapangan kerja.

“RPJMD ini adalah kontrak sosial antara pemerintah dan rakyat. Karenanya, kualitas penyusunannya sangat menentukan keberhasilan pembangunan ke depan,” jelasnya.

3. Tidak jadi formalitas

ilustrasi orang diskusi (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi orang diskusi (pexels.com/Kindel Media)

Eva berharap, dokumen perencanaan tersebut tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman yang berdampak langsung pada kehidupan warga Bandar Lampung.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah modal kita membangun kota yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan ke depan,” tuturnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us