3.536 Jemaah Haji Gelombang Pertama Lampung Diterbangkan ke Arab Saudi

- 3.536 calon jemaah haji Provinsi Lampung berangkat ke Arab Saudi dalam gelombang pertama, 1445 H/2025 M.
- Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder berjalan optimal; 2 jemaah asal Bandar Lampung wafat sebelum masuk asrama.
- Pemerintah memperketat skrining dan memastikan vaksinasi meningitis dan polio bagi seluruh jemaah; 75.887 jemaah Indonesia diterbangkan hingga 12 Mei 2025.
Bandar Lampung, IDN Times - Sebanyak 3.536 calon jemaah haji asal Provinsi Lampung telah diterbangkan ke Arab Saudi melalui Embarkasi Antara Provinsi Lampung dalam pemberangkatan gelombang pertama 1445 H/2025 M.
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Erwinto mengatakan, pemberangkatan ribuan jemaah haji melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder lainnya sejauh ini berjalan cukup optimal.
“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan aman, tertib, dan lancar. Dengan berakhirnya gelombang pertama, seluruh jajaran Kemenag Lampung kini fokus menyiapkan pemberangkatan gelombang kedua pada 16 Mei 2025 demi memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selanjutnya," ujarnya, Selasa (13/5/2025).
1. Satu jemaah dijadwalkan ulang keberangkatan karena alasan kesehatan

Dalam proses pemberangkatan gelombang pertama kali ini, Erwinto mengatakan, tidak semua jemaah bisa langsung berangkat, salah satunya Munawir Muhammad Shaleh (58) jemaah dari Kloter JKG 19 asal Lampung Selatan harus menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.
Alhasil, keberangkatan jemaah Muhammad Shaleh harus dijadwalkan ulang dengan bergabung dalam rombongan gelombang kedua. "Kami mendoakan jemaah yang telah diterbangkan maupun tiba bisa menjalankan ibadah dengan sempurna dan menjadi haji yang mabrur, serta mabrurah,” katanya.
2. Dua jemaah wafat sebelum masuk Asrama Haji Lampung

Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Lampung, M Ansori, menambahkan, dua jemaah asal Bandar Lampung wafat sebelum masuk asrama. Satu jemaah telah mengajukan pelimpahan porsi ke keluarga, sementara satu lainnya memutuskan menunda keberangkatan hingga tahun depan.
“Jika pelimpahan disetujui pusat dan waktunya cukup, jemaah pengganti bisa tetap berangkat tahun ini. Jika tidak, akan masuk daftar tunggu,” ucapnya.
3. Perketat skrining kesehatan

Terkait aspek kesehatan, Ansori melanjutkan, pemerintah telah memperketat skrining dan memastikan seluruh jemaah menerima vaksinasi meningitis dan polio.
"Kami juga mengingatkan calon jemaah belum berangkat untuk segera menyelesaikan persyaratan administrasi dan kesehatan, agar keberangkatan mereka tidak tertunda," katanya.
Berdasarkan data diterima IDN Times, calon jemaah haji asal Indonesia telah diterbangkan ke Arab Saudi hingga 12 Mei 2025 tercatat sebanyak 75.887 jemaah dari 193 kloter.