Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Alasan Kenapa Korban Perselingkuhan jadi Lebih Ekspresif

ilustrasi korban perselingkuhan (vecteezy.com/dao_kp20226443)
ilustrasi korban perselingkuhan (vecteezy.com/dao_kp20226443)
Intinya sih...
  • Setelah diselingkuhi, banyak orang merasa tertahan emosi dan mulai berani mengungkapkan perasaan mereka, baik secara langsung maupun lewat media sosial.
  • Ketika seseorang berani mengungkapkan perasaannya, mereka sebenarnya sedang mengambil kembali kendali atas hidup mereka dan butuh dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
  • Diselingkuhi membuat seseorang merasa kehilangan harga diri, namun banyak dari mereka berusaha membangun kembali kepercayaan diri dengan mengekspresikan diri secara terbuka dan menunjukkan bahwa mereka baik-baik saja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Diselingkuhi itu menyakitkan dan bisa mengubah cara seseorang mengekspresikan diri. Ada yang jadi tertutup, tapi banyak juga yang lebih terbuka dan aktif di media sosial. Ini sering jadi cara mereka menyembuhkan diri dan mengambil kembali kendali atas hidup.

Tapi, kenapa sih fenomena ini terjadi? Apa yang sebenarnya mendorong korban perselingkuhan jadi lebih ekspresif? Yuk, kita bahas lebih dalam.

1. Melepaskan beban emosi yang terpendam

ilustrasi melepaskan beban (pexels.com/Khoa Võ)
ilustrasi melepaskan beban (pexels.com/Khoa Võ)

Setelah diselingkuhi, banyak orang merasa mereka sudah terlalu lama memendam emosi. Dulu mungkin mereka sering mengalah, mencoba memahami pasangan, dan bahkan menekan perasaan sendiri demi menjaga hubungan.

Tapi setelah pengkhianatan terjadi, mereka menyadari menahan semua itu justru bikin mereka semakin sakit. Akibatnya, mereka mulai berani mengungkapkan apa yang mereka rasakan, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Ini semacam katarsis, proses melepaskan emosi yang selama ini tertahan.

Selain itu, ketika seseorang berani mengungkapkan perasaannya, mereka sebenarnya sedang mengambil kembali kendali atas hidup mereka. Mereka gak lagi mau diam dan membiarkan diri mereka terjebak dalam perasaan negatif. Dengan lebih ekspresif, mereka merasa lebih bebas, lebih jujur dengan diri sendiri, dan lebih siap untuk melangkah maju.

2. Mencari validasi dan dukungan sosial

ilustrasi mencari dukungan  (pexels.com/Alena Darmel)
ilustrasi mencari dukungan (pexels.com/Alena Darmel)

Gak bisa dipungkiri, setelah mengalami pengkhianatan, seseorang pasti butuh dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Mereka ingin didengar, dimengerti, dan divalidasi apa yang mereka alami memang menyakitkan dan mereka berhak untuk merasa marah, kecewa, atau bahkan sedih.

Itulah kenapa banyak korban perselingkuhan jadi lebih sering berbagi cerita atau mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka. Selain itu, menjadi lebih ekspresif juga bisa jadi cara untuk mendapatkan empati dari orang lain.

Saat mereka berbicara atau menulis tentang pengalaman mereka, biasanya ada orang-orang yang memberikan dukungan, memberikan saran, atau bahkan berbagi pengalaman serupa. Hal ini bisa membantu mereka merasa gak sendirian dan lebih cepat pulih dari luka emosional yang mereka alami.

3. Mempertegas identitas dan harga diri

ilustrasi melakukan perawatan (pexels.com/Arina Krasnikova)
ilustrasi melakukan perawatan (pexels.com/Arina Krasnikova)

Diselingkuhi sering kali membuat seseorang merasa kehilangan harga diri. Mereka merasa gak cukup baik, kurang menarik, atau bahkan merasa gak berharga.

Tapi, setelah melewati masa-masa sulit, banyak dari mereka yang justru berusaha membangun kembali kepercayaan diri mereka. Salah satu caranya adalah dengan lebih mengekspresikan diri mereka secara terbuka.

Misalnya, seseorang yang dulu jarang merawat diri bisa mulai lebih peduli dengan penampilan. Bukan untuk menarik perhatian orang lain, tapi lebih untuk menunjukkan bahwa mereka berharga dan pantas dicintai. Ada juga yang mulai mengekspresikan opini mereka dengan lebih lantang, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Ini bukan sekadar pamer atau cari perhatian, tapi lebih ke upaya untuk menegaskan bahwa mereka masih punya suara dan masih punya kendali atas hidup mereka.

4. Menunjukkan mereka baik-baik saja

ilustrasi pilates (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi pilates (pexels.com/Gustavo Fring)

Banyak orang yang setelah diselingkuhi berusaha menunjukkan ke dunia bahwa mereka baik-baik saja, bahkan lebih bahagia dari sebelumnya. Ini bisa dilihat dari cara mereka lebih sering membagikan momen bahagia di media sosial, melakukan kegiatan baru, atau bahkan memamerkan pencapaian mereka.

Ini bukan berarti mereka gak lagi merasa sakit, tapi lebih ke upaya untuk meyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa mereka gak hancur karena pengkhianatan. Selain itu, menunjukkan bahwa mereka bisa move on juga bisa jadi bentuk pembuktian kepada mantan pasangan.

Mereka ingin menunjukkan hidup mereka gak berhenti setelah diselingkuhi. Justru sebaliknya, mereka bisa berkembang, menjadi lebih kuat, dan lebih menikmati hidup. Ini bisa jadi semacam balas dendam yang elegan tanpa harus melakukan hal yang negatif.

5. Menjadi lebih jujur dengan diri sendiri

ilustrasi perempuan ekspresif (pexels.com/Anna Nekrashevich)
ilustrasi perempuan ekspresif (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Setelah mengalami pengkhianatan, banyak orang yang menyadari selama ini mereka sering membohongi diri sendiri. Mungkin dulu mereka menutup-nutupi kekurangan pasangan, mengabaikan tanda-tanda ketidaksetiaan, atau bahkan berusaha meyakinkan diri sendiri hubungan mereka baik-baik saja.

Tapi setelah semuanya terungkap, mereka jadi lebih jujur dengan apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka inginkan. Mereka gak lagi menahan perasaan atau pura-pura bahagia demi menyenangkan orang lain.

Sebaliknya, mereka mulai lebih berani mengekspresikan apa yang mereka suka, apa yang mereka gak suka, dan apa yang mereka butuhkan dalam hidup. Ini membuat mereka terlihat lebih ekspresif, lebih autentik, dan lebih nyaman dengan diri sendiri.

Pada akhirnya, menjadi lebih ekspresif setelah diselingkuhi bukanlah sesuatu yang buruk. Justru ini adalah tanda seseorang sedang berusaha bangkit dan menemukan kembali dirinya yang sebenarnya. Proses ini mungkin gak selalu mudah, tapi dengan lebih terbuka terhadap perasaan sendiri, seseorang bisa lebih cepat pulih dan siap untuk menjalani hidup yang lebih baik di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us