Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seorang wanita bermain ponsel di kasur (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi seorang wanita bermain ponsel di kasur (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Intinya sih...

  • Kebiasaan buruk terbentuk dan sulit dihentikan, tetapi bisa diperangi dengan usaha dan kesabaran.
  • Kenali penyebab dan pemicu kebiasaan buruk, buat tujuan jelas, serta gantilah dengan kebiasaan positif.
  • Lingkungan mempengaruhi kebiasaan, ciptakan lingkungan yang mendukung perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hal-hal buruk yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi kebiasaan. Terlebih, hal tersebut sudah terbentuk dan mengakar sejak lama, mungkin sampai bertahun-tahun. Maka tak heran apabila kebiasaan buruk sulit untuk dihentikan.

Meski telah mengakar dan tak jarang jadi identitas, kebiasaan buruk tetap bisa diperangi. Misalnya, kebiasaan berbicara kasar mulai dikurangi dengan belajar mengontrol diri. Tentu tidak mudah, tetapi harus diupayakan demi hidup yang lebih baik.

Lantas, bagaimana cara menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk? Coba beberapa tips berikut, siapa tahu bisa membantu!

1. Kenali penyebab dan pemicunya

ilustrasi seseorang sedang melamun (unsplash.com/Ethan Sykes)

Sebelum memecahkan masalah, ketahui dulu apa penyebabnya. Begitu pula dengan kebiasaan buruk yang sudah pasti ada penyebab di baliknya. Apakah kebiasaan buruk terbentuk karena rasa malas, sering menunda-nunda, atau kurang motivasi?

Kebiasaan buruk juga sering kali dipicu oleh situasi atau emosi tertentu. Misalnya, rasa stres dan bosan mendorongmu kembali pada kebiasaan buruk. Maka, segera kenali penyebab dan pemicunya untuk mengambil langkah atau respons yang tepat.

2. Tentukan tujuan yang jelas dan spesifik

ilustrasi sedang menulis (pexels.com/Mikhail Nilov)

Setelah mengetahui penyebab dan pemicunya, sekarang buat tujuan untuk melawannya. Ini berkaitan dengan alasan dari suatu tindakan, seperti keinginan untuk lebih sehat atau lebih produktif. Coba catat tujuan yang jelas dan spesifik, lalu mulai buat rencana dan ambil langkah pertama.

Tujuan ini akan menjadi pengingat dan motivasi saat kamu mulai merasa malas. Menghentikan kebiasaan jajan supaya bisa menabung untuk liburan, misalnya. Setiap langkah yang kamu lakukan diiringi dengan tujuan yang jelas, sehingga semangatmu akan terus tersulut.

3. Ganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan positif

ilustrasi sedang olahraga (freepik.com/freepik)

Coba hentikan kebiasaan buruk dan gantilah dengan kebiasaan positif. Setiap kali ingin melakukan hal buruk, langsung alihkan dirimu pada sesuatu yang lebih baik. Cara ini membantu mengurangi keinginan untuk kembali pada kebiasaan lama.

Namun, jangan terlalu memaksakan diri agar tidak menjadi beban. Kamu bisa melakukannya secara perlahan tapi rutin. Misalnya, jika biasanya setiap hari libur diisi dengan bermalas-malasan, maka selipkan jadwal olahraga pada jam tertentu, minimal selama 30 menit.

4. Mulailah dengan langkah kecil dan bertahap

ilustrasi seorang wanita makan buah di meja kerja (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Menghentikan kebiasaan buruk adalah sebuah proses yang tidak mudah. Oleh karena itu, mulailah dengan langkah-langkah kecil yang terasa lebih mudah dicapai. Jangan terburu-buru, beri waktu kepada diri sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan.

Sebagai contoh, jika kamu ingin berhenti makan camilan tidak sehat, mulailah kurangi jumlahnya dan campur dengan camilan sehat. Alih-alih langsung berhenti dan tertekan, lebih baik dilakukan secara perlahan. Langkah kecil lama-lama akan membawa perubahan besar. 

5. Catat kemajuan dan pencapaian telah kamu raih

ilustrasi menulis di kertas (freepik.com/freepik)

Mencatat perkembanganmu setiap hari juga bisa menjadi cara yang efektif untuk tetap termotivasi. Tulis apa saja yang sudah berhasil kamu capai, termasuk perasaanmu setelah berhasil melewatinya. Catatan ini penting untuk mengukur progresmu.

Setidaknya periksa catatan sekali dalam seminggu. Lihat bagaimana perkembanganmu dan sesuaikan strategi jika perlu. Pencapaian kecil tetap layak diapresiasi sebagai pendorong dalam mengupayakan perubahan ke arah yang lebih baik.

6. Ciptakan lingkungan mendukung perubahan

ilustrasi keluarga besar (pexels.com/August de Richelieu)

Lingkungan sangat memengaruhi kebiasaan kita, seperti keluarga dan teman. Jika ingin mengubah kebiasaan buruk, coba ciptakan lingkungan yang mendukung. Ajak keluarga pada perubahan atau mulailah bergaul dengan teman-teman yang sejalan.

Apapun yang dilakukan bersama akan jauh lebih ringan. Sebab, lingkungan bisa menjadi motivasi yang kuat. Namun, jika tidak bisa menghindar dari lingkungan yang buruk, setidaknya mulai dari sendiri terlebih dahulu atau kurangi interaksi agar prosesmu tidak terhambat.

Kebiasaan buruk bisa dihentikan, tetapi butuh kesabaran dan proses yang panjang. Coba beberapa tips di atas menurutmu paling relevan. Kuncinya, kamu harus konsisten melakukan hal positif secara berulang agar menjadi sebuah kebiasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team