Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

3 Respons Manusia Realistis saat Menghadapi Kegagalan

ilustrasi merasa gagal (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi merasa gagal (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya sih...
  • Kegagalan tidak alasan untuk berputus asa
  • Realistis: evaluasi penyebab, persiapan strategi efektif
  • Berdamai dengan kegagalan, mengelola emosi dengan bijaksana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tentu kamu sudah tidak asing dengan fase kegagalan yang pasti terjadi meskipun sudah mempersiapkan rencana dan strategi terbaik sejak awal.  Kegagalan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menyerah dan berputus asa.

Kita perlu belajar dari cara orang realistis menghadapi kegagalan yang terjadi. Mereka memiliki perspektif bijak dan pola pikir matang dalam menghadapi ketidakpastian.

Alih-alih menyerah, orang-orang dengan pola pikir realistis justru berpikir lebih cermat. Bahkan mereka mengevaluasi penyebab terjadinya kegagalan untuk mempersiapkan strategi selanjutnya dengan lebih efektif dan terukur.

Tentu ini menjadi peringatan tersendiri saat sedang menghadapi situasi tersebut. Dari sosok manusia realistis, inilah tiga respon terhadap kegagalan yang bisa kamu pelajari lebih lanjut.

1. Berdamai dengan situasi yang terjadi

ilustrasi berdamai dengan diri sendiri (pexels.com/Jaewoo kim)
ilustrasi berdamai dengan diri sendiri (pexels.com/Jaewoo kim)

Mungkin kamu pernah bertemu dengan orang-orang memiliki pola pikir realistis. Mereka memiliki cara berpikir didasarkan pada fakta.

Ternyata orang-orang dengan karakter realistis merupakan sosok manusia cerdas dalam menghadapi kegagalan. Mereka mampu memberikan respons tepat saat situasi tersebut sedang terjadi.

Alih-alih menolak, sosok manusia realistis justru berdamai dengan kegagalan dan ketidakpastian. Mereka memahami ini sebagai fase yang pasti terjadi dalam hidup.

Kegagalan tidak seharusnya menjadi situasi yang benci sekaligus dihindari. Kemampuan berdamai dengan situasi ini membuat mereka lebih tenang dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian. Mereka mampu mengelola emosi dan pola pikir dengan bijaksana.

2. Menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran lebih lanjut

ilustrasi berpikir (pexels.com/Felicity Tai)
ilustrasi berpikir (pexels.com/Felicity Tai)

Pernahkah kamu mengamati respons seseorang saat mereka menghadapi kegagalan? Barangkali kamu pernah bertemu dengan seseorang yang menghadapi kegagalan dengan kekecewaan berlarut-larut.

Bahkan mereka memilih berputus asa sejak awal. Tapi sebelum itu, sudahkah kamu belajar menghadapi kegagalan dari orang-orang yang memiliki pola pikir realistis? Ternyata mereka memiliki pembawaan bijaksana.

Orang-orang yang memiliki sikap realistis menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran lebih lanjut. Mereka tidak akan menyalahkan diri secara berlebihan atas situasi yang sedang terjadi.

Sebaliknya, kegagalan dijadikan sebagai alat untuk evaluasi dan mengukur kemampuan diri. Untuk selanjutnya, mereka dapat menyiapkan rencana dan strategi yang lebih efektif serta efisien.

3. Mengambil jeda dan mempersiapkan strategi lebih matang

ilustrasi membuat perencanaan (pexels.com/Rodnae Productions)
ilustrasi membuat perencanaan (pexels.com/Rodnae Productions)

Barangkali kamu pernah mengamati tipe orang terlalu menggebu-gebu saat menghadapi kegagalan. Bahkan mereka berusaha menyangkal situasi yang sedang terjadi.

Padahal menghadapi kegagalan dengan cara seperti ini tidak akan menyelesaikan kekacauan. Justru akan menambah permasalahan baru yang tidak kalah rumit. Ketika sedang menghadapi kegagalan, alangkah baiknya kita belajar dari sosok manusia realistis.

Bagaimana cara orang-orang tersebut dalam menghadapi kegagalan yang terjadi? Mereka mengambil jeda sejenak untuk menenangkan pikiran dan emosi. Setelahnya, baru mengevaluasi dan menetapkan rencana yang tepat.

Mereka mempersiapkan strategi lebih matang dan terukur dari yang sebelumnya. Tak akan mempertimbangkan setiap kemungkinan dengan detail dan teliti. Otomatis tujuan dapat tercapai dengan lebih efektif dan efisien.

Orang-orang realistis cenderung mengedepankan pola pikir objektif dalam menghadapi setiap situasi. Tidak terkecuali saat mereka sedang menghadapi kegagalan. Sesekali kita perlu belajar dari daftar mereka dalam menghadapi situasi tersebut. Menghadapi kegagalan tidak bisa mengedepankan rasa kecewa dan putus asa berlarut-larut. Bagaimanapun juga, kita harus segera kembali untuk menyelesaikan tantangan dan permasalahan yang terjadi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us