Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

10 Film Indonesia di Netflix Menyoroti Isu-isu Sensitif

Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (dok. MVP Pictures / Tuhan, Izinkan Aku Berdosa)
Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (dok. MVP Pictures / Tuhan, Izinkan Aku Berdosa)
Intinya sih...
  • Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa mengangkat isu pelecehan seksual dan prostitusi.
  • Dibintangi Aghniny Haque, Donny Damara, dan Andri Mashadi, film ini belum mencapai 1 juta penonton.
  • Film Indonesia di Netflix lainnya juga menghadirkan cerita tentang isu sensitif dan patut ditonton.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, merupakan film terbaru 2024 paling berani mengangkat isu-isu senstif banyak terjadi belakangan ini. Sebuah film garapan Hanung Bramantyo diadaptasi dari novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur , dibintangi Aghniny Haque, Donny Damara hingga Andri Mashadi.

Sangat disayangkan tidak berhasil mengumpulkan angka 1 juta penonton, film ini menjadi salah satu rekomendasi film terbaik wajib dijadikan daftar tontonan. Saat ini telah kembali tayang di Netflix, simak bersama deretan film Indonesia di Netflix yang juga menghadirkan cerita tentang isu sensitif.

1. Jakarta vs Everybody (2020) hadirkan isu tentang sulitnya berkarier di Jakarta hingga jaringan peredaran narkoba yang sudah biasa

Jakarta vs Everybody (dok. Pratama Pradana Picture / Jakarta vs Everybody)
Jakarta vs Everybody (dok. Pratama Pradana Picture / Jakarta vs Everybody)

2. Berhasil melambungkan Marthino Lio, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) hadirkan isu seksualitas kerap dialami pria

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (dok. Palari Films / Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas)
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (dok. Palari Films / Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas)

3. Tembus jutaan penonton, Sayap-Sayap Patah (2022) menghadirkan isu tentang terorisme banyak merugikan orang-orang tidak berdosa

Sayap Sayap Patah (dok. Maxima Pictures / Sayap Sayap Patah)
Sayap Sayap Patah (dok. Maxima Pictures / Sayap Sayap Patah)

4. Diproduksi Visinema Pictures, Ben & Jody (2022) hadirkan isu tentang perkebunan kelapa sawit banyak mengorbankan warga sekitar

Ben and Jody (dok. Visinema Pictures / Ben and Jody)
Ben and Jody (dok. Visinema Pictures / Ben and Jody)

5. Masih menghadirkan isu tentang perempuan, Cek Toko Sebelah 2 (2022) menyelipkan pembahasan tentang keputusan children free

Cek Toko Sebelah 2 (dok. Starvision Plus / Cek Toko Sebelah 2)
Cek Toko Sebelah 2 (dok. Starvision Plus / Cek Toko Sebelah 2)

6. Dear David (2023) menghadirkan cerita tentang pria menjadi korban pelecehan seksual secara tidak langsung di banyak media sosial

Dear David (dok. Netflix / Dear David)
Dear David (dok. Netflix / Dear David)

7. Tembus Piala Citra, Budi Pekerti (2023) hadirkan isu tentang bahaya dari mempercayai berita atau potongan video hoaks di media sosial

Budi Pekerti (dok. Rekata Studio / Budi Pekerti)
Budi Pekerti (dok. Rekata Studio / Budi Pekerti)

8. Berlatarkan Azerbaijan, Dear Jo: Almost is Never Enough (2023) hadirkan isu tentang sepasang suami istri sulit diberi keturunan

Dear Jo: Almost is Never Enough (dok. MVP Pictures	 / Dear Jo: Almost is Never Enough)
Dear Jo: Almost is Never Enough (dok. MVP Pictures / Dear Jo: Almost is Never Enough)

9. Sehidup Semati (2024) hadirkan isu tentang perempuan memiliki derajat lebih rendah dari laki-laki hingga isu kekerasan dalam rumah tangga

Sehidup Semati (dok. Starvision Plus / Sehidup Semati)
Sehidup Semati (dok. Starvision Plus / Sehidup Semati)

10. Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2024) hadirkan cerita dari muslimah menjadi korban fitnah hingga pelecehan seksual oleh orang alim

Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (dok. MVP Pictures / Tuhan, Izinkan Aku Berdosa)
Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (dok. MVP Pictures / Tuhan, Izinkan Aku Berdosa)

Semua film di atas, terbilang sangat berani untuk menyuarakan kebenaran. Memang tidak sedikit dari beberapa orang yang kontra dengan film-film di atas. Namun di balik semua itu, kalian wajib untuk menontonnya di Netflix.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sandi Nugraha
EditorSandi Nugraha
Follow Us