Inovasi Dosen ITERA, Bambu Gantikan Kayu untuk Industri Konstruksi

- Dosen IT Sumatera, Sena Maulana, memperkenalkan inovasi BOSB sebagai alternatif berkelanjutan untuk kayu dalam presentasinya di Chung Ang University, Seoul
- Bambu memiliki laju pertumbuhan cepat dan sifat mekanik yang lebih unggul dibanding kayu tradisional, membuatnya ideal untuk aplikasi struktural
- BOSB terbuat dari serat bambu panjang dan tipis yang ramah lingkungan dan ekonomis, dengan potensi aplikasi luas dari konstruksi hingga pembuatan furnitur
Bandar Lampung, IDN Times - Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan, Fakultas Teknologi Industri di Institut Teknologi Sumatera Sena Maulana baru-baru ini menarik perhatian global saat memberikan kuliah di Chung Ang University, Seoul, Korea Selatan.
Dalam presentasinya, Sena memperkenalkan potensi bambu sebagai alternatif berkelanjutan untuk kayu, terutama melalui inovasi Bamboo Oriented Strand Board (BOSB).
"Sebuah inovasi hijau di tingkat lokal dan global membangun jembatan antara akademisi dan industri untuk masa depan yang lebih berkelanjutan," kata Sena, Minggu (3/11/2024).
1. Keunggulan BOSB

Di tengah tantangan degradasi hutan semakin meningkat, Sena menekankan bambu, sebagai sumber daya terbarukan dengan laju pertumbuhan yang cepat, dapat memainkan peran penting dalam industri konstruksi.
“Bambu bukan hanya melimpah di Asia, tetapi juga memiliki sifat mekanik yang lebih unggul dibandingkan kayu tradisional, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi struktural,” terangnya.
Menurutnya, BOSB yang terbuat dari serat bambu panjang dan tipis, menawarkan daya tahan tinggi dengan kekuatan tarik, kompresi, dan geser yang lebih baik dibandingkan kayu konvensional. Selain ramah lingkungan, material ini juga ekonomis, membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan tanpa mengorbankan kualitas.
2. BOSB memiliki potensi aplikasi luas

Sena juga menjelaskan, tim di Itera sedang melakukan penelitian mendalam untuk mengembangkan BOSB, dengan fokus pada kekuatan mekanis dan ketahanan terhadap serangan hama.
“Kami berkomitmen untuk menghasilkan BOSB yang kuat dan awet meskipun harus menghadapi tantangan dalam standarisasi variabilitas bambu,” ujarnya.
Lebih lanjut Sena menyampaikan, BOSB memiliki potensi aplikasi yang luas, dari konstruksi hingga desain interior dan pembuatan furnitur. Daya tarik estetika dan kekuatan material ini menjadikannya pilihan yang layak untuk proyek berkelanjutan.
3. Kolaborasi antara akademisi dan industri

Sena juga menekankan potensi ekonomi bambu di Indonesia dapat menciptakan peluang baru bagi masyarakat lokal. Untuk mempromosikan penggunaan bambu, Sena menekankan pentingnya edukasi dan kolaborasi antara akademisi dan industri.
"Itera berencana untuk mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh dari program ini ke dalam kurikulum dan inisiatif penelitian mereka. Bersama-sama, kita dapat membuka potensi bambu sebagai solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan kita,” ujarnya.