Serunya Berburu Takjil di Festival Jelajah Rasa Unila

- Universitas Lampung menggelar Festival Kuliner “Jelajah Rasa” sepanjang Ramadan 2026 di area Shuttle Bus Unila, menghadirkan 80 tenan UMKM internal dan eksternal kampus.
- Acara dibuka Rektor Lusmeilia Afriani dan menjadi wadah promosi, edukasi, serta penguatan ekosistem ekonomi kampus yang produktif dan inklusif bagi mahasiswa dan pelaku usaha.
- Festival ini ramai dikunjungi mahasiswa berburu takjil sambil mendukung UMKM serta memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha langsung di lingkungan kampus.
Bandar Lampung, IDN Times - Universitas Lampung (Unila) menggelar Festival Kuliner bertajuk “Jelajah Rasa” di area Shuttle Bus Unila. Festival dimulai pukul 14.30 WIB tersebut akan diselenggarakan sepanjang Ramadan 2026.
Festival diinisiasi Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Danantara ini diikuti 80 tenan UMKM dari internal maupun eksternal kampus. Selain menyediakan beragam pilihan kuliner berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi, edukasi, serta penguatan ekosistem ekonomi kampus produktif dan inklusif.
1. Jadi ruang promosi dan edukasi

Grand opening Festival Kuliner “Jelajah Rasa” dibuka langsung Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani. Turut hadir ketua senat, para wakil rektor, dekan dan wakil dekan, para kepala bagian di lingkungan Unila, Manager BSI Lampung Luthvy Indaka Arga, serta Branch Manager KC Diponegoro Rosi Dahlia.
Lusmeilia menjelaskan, acara ini tidak sekadar menjadi tempat berdagang, tetapi juga ruang edukasi dan promosi fakultas maupun program studi di Unila.
“Saya berharap yang membuka stan di sini, khususnya mahasiswa, bukan hanya berdagang. Tetapi juga mempromosikan fakultas atau prodinya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi yang juga Plt. Ketua BPU Unila, Ayi Ahadiat, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unila dalam membangun ekosistem ekonomi kampus produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Ia berharap, festival ini memudahkan akses kuliner selama Ramadan bagi mahasiswa sekaligus meningkatkan omzet serta daya saing UMKM mitra.
2. 80 stan kuliner ramaikan suasana berbuka

Sejak sore hari di hari pertama pelaksanaan, area Shuttle Bus Unila tampak dipadati pengunjung. Deretan 80 stan kuliner berjajar menawarkan beragam menu berbuka puasa, mulai dari hidangan manis, minuman segar, hingga aneka gorengan menjadi favorit saat Ramadan.
Keramaian pengunjung menciptakan suasana hangat dan meriah menjelang azan Magrib. Banyak mahasiswa memilih berburu takjil bersama teman-teman, menjadikan festival ini sebagai alternatif tempat ngabuburit di dalam kampus.
Mika, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2025, mengaku tertarik datang karena ingin merasakan suasana berbuka berbeda di awal Ramadan.
“Ini hari pertama puasa, jadi ingin berbuka dengan sesuatu yang baru, pas sekali di Shuttle Unila ada bazar,” ujarnya.
Ia menilai, banyaknya pilihan makanan membuat mahasiswa lebih mudah menentukan menu berbuka tanpa harus keluar kampus.
3. Berdayakan UMKM dan buka ruang wirausaha mahasiswa

Festival “Jelajah Rasa” tak hanya diikuti pelaku UMKM eksternal, tetapi juga memberi kesempatan bagi mahasiswa Unila untuk membuka stan kuliner. Mahasiswa dapat berpartisipasi dengan melampirkan surat izin dari fakultas masing-masing, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar berwirausaha di lingkungan kampus.
Antusiasme pengunjung sejak hari pertama turut dirasakan para pedagang. Samsudin, salah satu pelaku UMKM peserta festival, menyebut pengunjung sudah ramai sejak awal pembukaan.
“Pengunjung hari ini ramai, baru pertama buka sudah banyak yang beli, kami juga sebagai UMKM merasa sangat terbantu dan senang dengan program yang dikelola Unila ini,” katanya.
Ia berharap Unila terus memfasilitasi kegiatan serupa agar UMKM memiliki ruang untuk berjualan dan berkembang.


















