ilustrasi kopi dan matcha (vecteezy.com/Lalita Somrat)
Jawabannya bergantung pada kebutuhan, toleransi kafein, dan preferensi masing-masing orang.
Jika kamu membutuhkan minuman dengan efek stimulan yang relatif kuat untuk membantu mengurangi kantuk, kopi bisa menjadi pilihan. Kandungan kafeinnya yang umumnya lebih tinggi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.
Di sisi lain, matcha cocok untuk kamu yang menyukai teh hijau dan ingin mendapatkan asupan kafein dengan karakter rasa berbeda. Kandungan L-theanine di dalamnya juga berpotensi mendukung perhatian ketika dikonsumsi bersama kafein.
Namun, kamu tidak harus memilih salah satunya untuk semua situasi. Kamu bisa menikmati kopi pada pagi hari dan memilih matcha pada kesempatan lain, selama total asupan kafein tetap sesuai dengan toleransi tubuh.
Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga 400 miligram sehari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif. Angka tersebut bukan target konsumsi dan bukan batas yang cocok untuk semua orang. Ibu hamil, orang yang sedang menyusui, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu perlu memperhatikan anjuran yang sesuai.
Selain itu, perhatikan pula bahan tambahan dalam minuman yang kamu pilih. Matcha latte dan kopi susu bisa mengandung banyak gula, bergantung pada resep dan ukuran sajian.
Matcha dan kopi sama-sama bisa menjadi teman beraktivitas, tetapi keduanya memiliki karakter yang berbeda. Kopi umumnya mengandung lebih banyak kafein sehingga cocok bagi orang yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kewaspadaan. Sementara itu, matcha menawarkan kombinasi kafein dan L-theanine yang berpotensi mendukung perhatian.
Tidak ada satu minuman yang selalu lebih baik untuk semua orang. Pilihan terbaik adalah minuman yang sesuai dengan kebutuhan, tidak mengganggu tidur, dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Jadi, daripada hanya mengikuti tren, coba perhatikan bagaimana tubuhmu merespons kopi dan matcha. Sebab, produktivitas tidak hanya ditentukan oleh minuman yang kamu konsumsi, tetapi juga oleh kualitas tidur, pola makan, hidrasi, dan kebiasaan beristirahat.