Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kalah dari PSM, Pelatih Bhayangkara: Gagal Manfaatkan Banyak Peluang
Pers konpers sehabis laga Bhayangkara Presisi Lampung FC vs PSM Makassar. (Bhayangkara FC)
  • Bhayangkara Presisi Lampung FC kalah 1-2 dari PSM Makassar meski sempat tampil menjanjikan di awal laga dan menciptakan peluang emas sejak menit pertama.
  • Paul Munster menyoroti kegagalan memanfaatkan peluang serta lemahnya antisipasi bola mati yang membuat timnya kebobolan dua kali dari situasi set piece.
  • Kiper Aqil Savik dan Munster sepakat tim harus segera evaluasi, memperbaiki detail kecil, serta fokus bangkit menghadapi pertandingan berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Bhayangkara Presisi Lampung FC pulang tanpa poin usai dikalahkan PSM Makassar dengan skor 1-2 pada pekan ke-31 Super League Indonesia di Stadion B.J. Habibie, Senin (4/5/2026).

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menyebut timnya sebenarnya tampil menjanjikan di awal pertandingan. Bahkan, ia menilai peluang emas sudah tercipta sejak menit-menit awal.

“Di sembilan menit pertama, kami seharusnya bisa mencetak dua gol. Tapi kami tidak memanfaatkannya dengan baik,” kata Munster usai laga.

1. Peluang terbuang jadi titik balik

Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henry Doumbia saat menghadapi PSM Makassar. (Bhayangkara FC)

Munster menilai, kegagalan memaksimalkan peluang di awal laga menjadi titik balik pertandingan. Alih-alih unggul, Bhayangkara justru kebobolan dari situasi bola mati.

Meski sempat menyamakan kedudukan sebelum turun minum, Bhayangkara kembali kehilangan momentum di babak kedua.

Gol penentu kemenangan PSM kembali lahir dari situasi set piece. Munster menilai gol tersebut terjadi akibat kurangnya kesiapan tim saat transisi.

“Gol kedua itu datang dari tendangan sudut saat kami sedang menyerang. Kami tidak siap. Hal seperti ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesalahan kecil seperti ini harus segera diperbaiki jika tim ingin bersaing di papan atas.

2. Penyelesaian akhir jadi pekerjaan rumah

Bhayangkara Presisi Lampung FC saat menghadapi PSM Makassar. (Bhayangkara FC)

Selain lini belakang, Munster juga menyoroti tumpulnya penyelesaian akhir anak asuhnya. Sejumlah peluang di babak kedua gagal dikonversi menjadi gol.

“Kalau anda tidak mencetak gol, anda tidak akan memenangkan pertandingan,” ujarnya.

3. Tim diminta segera bangkit

Penjaga gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Aqil Savik saat konferensi pers usai pertandingan vs PSM Makassar. (Bhayangkara FC)

Kiper Bhayangkara, Aqil Savik, turut mengakui hasil ini mengecewakan. Namun, ia menegaskan tim harus segera move on.

“Tentu kami kecewa, tapi kami harus terima hasil ini dan fokus ke pertandingan berikutnya,” kata Aqil.

Munster pun memastikan timnya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam meminimalisir kesalahan dan meningkatkan efektivitas serangan.

“Kami harus bangkit, perbaiki detail kecil, dan siap untuk laga selanjutnya,” tuturnya.

Editorial Team