Bandar Lampung, IDN Times – Kericuhan mewarnai final Liga 4 Lampung antara Angon Saka Farmers kontra TS Saburai di Stadion Pahoman, Jumat (13/2/2026), mendapat perhatian serius dari Asosiasi Provinsi PSSI Lampung.
Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara, menegaskan pihaknya membuka ruang bagi tim yang merasa dirugikan untuk mengajukan protes secara resmi sesuai statuta yang berlaku.
Diketahui, laga final tersebut dimenangkan Angon Saka Farmers Tanggamus dengan skor 1-0. Namun pertandingan diwarnai tiga kartu merah dan berujung ricuh setelah peluit panjang dibunyikan.
“Memberikan ruang untuk tim yang protes di dalam pertandingan, sehingga sesuai statuta PSSI, akan ditelaah pertandingan tadi. Apakah wasit memang benar melakukan keputusannya atau pun tidak. Itu berjalan seiring dengan protes yang diajukan tim yang akan berprotes ke depan,” ujarnya.
