Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bhayangkara FC Berhasil Manfaatkan Momentum, Arema Singgung Wasit
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster saat konferensi pers usai laga vs Arema FC. (IDN Times/Muhaimin)
  • Paul Munster memuji perjuangan Bhayangkara yang berhasil memanfaatkan momentum babak kedua untuk menang 2-1 atas Arema meski sempat kesulitan akibat kondisi lapangan basah.
  • Perubahan strategi dan pergantian pemain di babak kedua menjadi kunci kebangkitan Bhayangkara hingga mampu mencetak gol penentu kemenangan di Stadion Sumpah Pemuda.
  • Pelatih Arema, Marcos Santos, menyoroti keputusan wasit dan tiga kartu merah yang diterima timnya, termasuk satu kartu setelah laga usai karena protes pemain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bhayangkara menang 2-1 lawan Arema di stadion waktu malam. Hujan bikin lapangan becek jadi susah mainnya. Pelatih Bhayangkara ganti pemain dan ubah cara main, terus timnya bisa cetak gol dan menang. Pelatih Arema bilang wasit bikin susah timnya dan ada tiga pemain Arema kena kartu merah. Sekarang Bhayangkara senang karena dapat tiga poin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kemenangan Bhayangkara Presisi Lampung FC mencerminkan kemampuan tim beradaptasi dan bangkit dari situasi sulit. Meski kondisi lapangan basah sempat menghambat permainan, perubahan strategi dan pergantian pemain di babak kedua menunjukkan efektivitas kepemimpinan Paul Munster serta semangat kolektif para pemain dalam memanfaatkan momentum hingga meraih hasil maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster menyebut timnya sukses memanfaatkan momentum saat menang 2-1 dari Arema dalam lanjutan pekan ke-25 Super League Indonesia di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026) malam.

Munster mengakui anak asuhnya sempat kesulitan pada babak pertama saat menghadapi Arema FC. Menurutnya kondisi lapangan yang diguyur hujan membuat permainan Bhayangkara tidak berjalan maksimal.

“Arema sangat bagus di babak pertama. Kami kurang senang dengan permainan kami karena kondisi lapangan kurang bagus akibat hujan,” katanya saat konferensi pers.

1. Perubahan strategi

Para pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC saat gol kedua. (IDN Times/Muhaimin)

Munster menyatakan, saat memasuki babak kedua, Bhayangkara melakukan sejumlah perubahan strategi. Pergantian pemain yang dilakukan dinilai mampu memberikan dampak positif hingga timnya berhasil bangkit dan mencetak gol.

Menurutnya, pemain yang masuk mampu menjalankan tugas dengan baik sehingga Bhayangkara bisa menemukan momentum untuk mencetak gol dan mengamankan kemenangan.

Pelatih asal Irlandia Utara itu menilai pertandingan berjalan cukup keras karena Arema merupakan tim yang kuat dan memberikan perlawanan sepanjang laga.

“Arema tim yang kuat dan sulit dihadapi. Tapi secara keseluruhan ini hasil yang sangat bagus bagi kami untuk meraih tiga poin,” ujarnya.

2. Pelatih Arema soroti keputusan wasit

Pelatih Arema FC, Marcos Santos saat konferensi pers usai menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC. (IDN Times/Muhaimin)

Sementara itu, pelatih Arema, Marcos Santos menilai timnya sudah berjuang maksimal hingga akhir pertandingan.

Ia mengakui Bhayangkara merupakan tim yang memiliki kualitas pemain yang baik. Namun, Marcos menyoroti sejumlah keputusan wasit yang menurutnya membuat pertandingan menjadi sulit bagi timnya.

“Bukan berarti kami tidak respek kepada wasit, tapi situasi pertandingan ini sangat sulit sejak awal sampai akhir,” katanya.

3. Soroti tiga kartu merah

Protes yang terjadi di akhir laga antara Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Arema FC. (IDN Times/Muhaimin)

Marcos juga menyinggung tiga kartu merah yang diterima timnya. Menurutnya, salah satu kartu merah diberikan setelah pertandingan berakhir karena pemain melakukan protes kepada wasit.

"Saya berharap ke depan wasit dapat lebih tegas dalam melihat situasi dan proses yang terjadi di lapangan," ucapnya.

Editorial Team