Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250610-WA0020.jpg
Pembukaan WSL Krui Pro 2025 di Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Pemkab Pesibar).

Intinya sih...

  • Gelaran ketujuh WSL Krui Pro

  • Sempat terkendala keterbatasan anggaran

  • Spot surfing idaman peselancar mancanegara

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pesisir Barat, IDN Times - Sebanyak 302 peselancar profesional dari 17 negara adu ketangkasan dalam gelaran World Surf League (WSL) Krui Pro Qualifying Series (QS) 6000 Tahun 2025 di Kabupaten Pesisir Barat. Kompetisi surfing tahunan berskala internasional ini telah dibuka dan bakal berlangsung selama delapan hari kedepan, tepatnya mulai sejak 10 hingga 17 Juni 2025.

"WSL Krui Pro QS 6000 tahun ini diikuti oleh sebanyak 302 peserta dari 17 negara, kami juga mempersiapkan 24 wild cards untuk diisi oleh putra putri daerah terbaik yang akan ikut serta dalam kompetisi internasional ini," ujar Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pesisir Barat, Tedi Zadmiko dimintai keterangan, Selasa (10/6/2025).

1. Gelaran ketujuh WSL Krui Pro

Pembukaan WSL Krui Pro 2025 di Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Pemkab Pesibar).

Tedi menyampaikan, ajang WSL Krui Pro tahun ini telah resmi dibuka Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Irawan Topani di Pantai Karang Nyimbor Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan dengan meriah kendati tetap digelar secara sederhana.

Kategori diperlombakan meliputi Mens QS 6000, Womens QS 6000, Mens QS Junior dan Womens QS Junior. Dikatakan, perlombaan surfing bergengsi Krui Pro tahun ini merupakan gelaran ketujuh.

"Melalui penyelenggaraan WSL Krui Pro, kami berharap ajang ini mampu mempromosikan potensi wisata ada di Kabupaten Pesisir Barat dengan baik," harapnya.

2. Sempat terkendala keterbatasan anggaran

Pembukaan WSL Krui Pro 2025 di Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Pemkab Pesibar).

Tedi melanjutkan, persiapan ajang WSL Krui Pro kali ini penuh dengan dinamika, sebab, adanya kebijakan efisiensi sehingga pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran. Namun awal Mei lalu, Pemkab Pesibar menerima informasi bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung dan menganggarkan kegiatan Krui Pro 2025 melalui PB-PSOI dan ditambah dengan dukungan dari Pemprov Lampung.

Oleh karenanya, Pemkab Pesibar langsung menyambut baik dan antusias rencana penyelenggaraan kegiatan surfing internasional tahun ini, yang ditindaklanjuti rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder terkait guna agenda mensukseskan kegiatan surfing internasional tersebut.

"Pemkab Pesibar memaknai Krui Pro sebagai sebuah momentum mengenalkan budaya dan adat istiadat masyarakat Pesibar kepada dunia, sekaligus momentum membuka peluang bagi tumbuhnya UMKM dan menggairahkan kembali industri kreatif lokal," katanya.

3. Spot surfing idaman peselancar mancanegara

Pembukaan WSL Krui Pro 2025 di Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Pemkab Pesibar).

Wakil Bupati Pesibar, Irawan Topani menambahkan, ombak pantai Pesibar memiliki keunggulan berjuluk "Krui Left" merupakan spot surfing terkenal dengan ombak konsisten dan ideal untuk berselancar, sehingga menawarkan pengalaman berselancar menyenangkan bagi berbagai level dari pemula hingga profesional.

Maka tak heran, Kabupaten Pesibar menjadi salah satu spot surfing acapkali dan banyak dikunjungi oleh wisatawan hingga atlet profesional dari berbagai daerah dan mancangera.

"Krui Pro bukan sekadar sebuah kompetisi surfing. Surfing olahraga yang mempertemukan keberanian, keanggunan, dan keharmonisan manusia dengan alam kini menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dekat pesona Pesibar," katanya.

4. Dorong pertumbuhan ekonomi

Pembukaan WSL Krui Pro 2025 di Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Pemkab Pesibar).

Irawan menambahkan, Pantai Karang Nyimbor juga lebih dikenal dengan sebutan Pantai Tanjung Setia bukan sekadar latarbelakang kompetisi. Namun menjadi saksi keindahan anugerah sang pencipta kepada Kabupaten Pesibar.

Oleh karenanya, potensi besar tersebut diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, mengembangkan pariwisata berkelanjutan, dan mempromosikan Pesibar sebagai destinasi unggulan di kancah internasional.

"Kami berharap kehadiran para tamu dan wisatawan memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat. Kami ingin melihat pelaku UMKM bangkit, produk-produk lokal diminati pasar dunia dan masyarakat Pesibar semakin berdaya di tengah geliat pariwisata," harapanya.

Editorial Team