Ilustrasi Petugas memeriksa kondisi ternak Sapi di kandang. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Lebih lanjut Dedi mengatakan, penelitian StegoIoT telah dilaksanakan sejak 5 Mei 2026 dengan tahapan mulai dari survei kondisi kandang mitra, perancangan sistem, perakitan perangkat, pengembangan aplikasi, pengujian laboratorium, hingga pengujian lapangan.
Hasil pengujian menunjukkan Agrobot Feed memiliki akurasi penimbangan pakan 99,45 persen, tingkat keberhasilan navigasi 93,33 persen, dan kemampuan deteksi halangan mencapai 100 persen.
Digital Smart Collar memiliki tingkat kesalahan 1,27 persen untuk pengukuran suhu tubuh dan 2,47 persen untuk pengukuran detak jantung jika dibandingkan dengan alat yang digunakan dokter hewan. Sementara sensor Digital Smart Composter memiliki tingkat akurasi antara 97,9 persen hingga 99,8 persen.
Mesin pencacah juga mampu mengolah lebih dari 100 kilogram kotoran sapi per jam. Pada sistem steganografi, sebanyak 3.000 dari 3.000 pesan uji berhasil dikembalikan tanpa kehilangan data.
"Setelah implementasi awal di PT Sanjaya Farm, tim peneliti akan melanjutkan pengembangan melalui uji lapangan multi-unit dan penyempurnaan perangkat berdasarkan hasil penggunaan di lapangan. Tim juga akan memberikan pelatihan kepada operator kandang serta memperkuat perlindungan kekayaan intelektual dari berbagai inovasi yang dihasilkan," kata Dedi.