Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

UBL Beri Beasiswa untuk Pemuda Pemudi Palestina

Kuliah Umum bertema “Pendidikan Tinggi di Palestina di Tengah Puing Perang: Dampak Agresi Militer”, menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di Aula F Kampus UBL, Jumat (9/5/2025). (Dok. UBL).
Kuliah Umum bertema “Pendidikan Tinggi di Palestina di Tengah Puing Perang: Dampak Agresi Militer”, menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di Aula F Kampus UBL, Jumat (9/5/2025). (Dok. UBL).
Intinya sih...
  • UBL meluncurkan program beasiswa bagi 20 pemuda-pemudi Palestina untuk jenjang S1, S2, dan S3.
  • Rektor UBL menyatakan kontribusi nyata dalam mendukung perdamaian dan pembangunan sumber daya manusia global.
  • Duta Besar Palestina menjelaskan sistem pendidikan Palestina hancur akibat agresi militer, mengakibatkan keterbatasan fasilitas dan akses pendidikan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Universitas Bandar Lampung (UBL) meluncurkan program beasiswa bagi 20 pemuda-pemudi asal Palestina untuk jenjang S1, S2, dan S3. Langkah ini diumumkan dalam kegiatan Kuliah Umum bertema “Pendidikan Tinggi di Palestina di Tengah Puing Perang: Dampak Agresi Militer”, menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di Aula F Kampus UBL, Jumat (9/5/2025).

Rektor UBL, M Yusuf S Barusman, menjelaskan, beasiswa ini merupakan bagian dari kontribusi nyata UBL dalam mendukung perdamaian, keadilan, dan pembangunan sumber daya manusia global. “Di tengah penderitaan yang dihadapi rakyat Palestina, pendidikan adalah cahaya harapan. UBL ingin menjadi bagian dari solusi jangka panjang, bukan hanya dengan seruan, tapi melalui aksi nyata,” ujarnya.

1. Sistem pendidikan Palestina hancur akibat agresi militer

ilustrasi aksi bela Palestina. (unsplash.com/Sophie Popplewell)
ilustrasi aksi bela Palestina. (unsplash.com/Sophie Popplewell)

Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan staf UBL penuh antusiasme menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Kehadiran Dubes Zuhair Al-Shun disambut hangat dan juga teriakan “Free Free Palestine” dan menjadi momen inspiratif yang memperkaya wawasan civitas akademika tentang kondisi nyata pendidikan di wilayah konflik.

Dalam paparannya, Zuhair menjelaskan bagaimana sistem pendidikan Palestina hancur akibat agresi militer. Anak anak Palestina saat ini harus belajar di tenda-tenda, bangunan sementara, atau bahkan di ruang terbuka karena bangunan sekolah mereka hancur akibat serangan udara atau pertempuran.

2. Dukungan UBL bukan hanya soal pendidikan, tapi juga solidaritas moral dan kemanusiaan

Kuliah Umum bertema “Pendidikan Tinggi di Palestina di Tengah Puing Perang: Dampak Agresi Militer”, menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di Aula F Kampus UBL, Jumat (9/5/2025). (Dok. UBL).
Kuliah Umum bertema “Pendidikan Tinggi di Palestina di Tengah Puing Perang: Dampak Agresi Militer”, menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di Aula F Kampus UBL, Jumat (9/5/2025). (Dok. UBL).

Zuhair menambahkan, banyak guru yang terluka, terbunuh, atau terpaksa mengungsi. Fasilitas seperti buku, komputer, dan alat tulis juga sangat terbatas. Selama masa-masa tenang, beberapa anak mencoba belajar melalui internet atau radio.

"Namun, akses ke listrik dan koneksi internet sering kali terputus karena kerusakan infrastruktur. Situasi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari praktik imperialisme yang dilakukan oleh negara-negara pendukung Israel,” terangnya.

Zuhair menekankan dukungan UBL ini bukan hanya soal pendidikan, tapi juga tentang solidaritas moral dan kemanusiaan. “Kami melihat UBL sebagai mitra strategis dalam perjuangan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Palestina. Ini adalah langkah berani dan bermakna, akan segera saya sampaikan kepada menteri pendidikan kami,” jelasnya.

3. Tim UBL akan berkoordinasi lebih lanjut dengan otoritas pendidikan Palestina

Kuliah Umum bertema “Pendidikan Tinggi di Palestina di Tengah Puing Perang: Dampak Agresi Militer”, menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di Aula F Kampus UBL, Jumat (9/5/2025). (Dok. UBL).
Kuliah Umum bertema “Pendidikan Tinggi di Palestina di Tengah Puing Perang: Dampak Agresi Militer”, menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun di Aula F Kampus UBL, Jumat (9/5/2025). (Dok. UBL).

Acara ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UBL dan Kedutaan Besar Palestina, mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dalam waktu dekat, tim UBL akan berkoordinasi lebih lanjut dengan otoritas pendidikan Palestina untuk proses seleksi dan penempatan mahasiswa penerima beasiswa.

Dewan Pengarah kunjungan Dubes Palestina di Lampung, Heri Budianto Hanafi, yang juga ketua LP2M STISA Abdullah Bin Mas’ud (ABM) Natar Lampung Selatan sangat mengapresiasi kegitatan kuliah umum ini. Apalagi dilanjutkan dengan MOU antara Pemerintah Palestina dengan UBL.

Menurutnya, ini suatu momentum kerjasama yang sangat strategis ke depannya, karena UBL sudah cukup dikenal dengan berbagai kerjasama internasionalnya. Melalui program ini, UBL tidak hanya menegaskan visinya sebagai kampus unggul bertaraf internasional, tetapi juga memperkuat perannya dalam membangun dunia yang lebih adil, damai dan beradab melalui kekuatan pendidikan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us