Sepekan Jelang ke Tanah Suci, Jemaah Haji di Bandar Lampung Meninggal

- Sukemi (63) calon haji asal Bandar Lampung meninggal dunia menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci.
- Kondisi kesehatan Sukemi mulai menurun empat hari sebelum keberangkatan, meski terlihat sehat selama persiapan.
- Wagiyo dan Sukemi mendaftar ibadah haji sejak 2013, rutin menyisihkan gaji dan pensiunan untuk mewujudkan niat tersebut.
Bandar Lampung, IDN Times - Sukemi (63), seorang jemaah calon haji asal Kota Bandar Lampung meninggal dunia menjelang jadwal keberangkatannya ke Tanah Suci, Jumat (9/5/2025). Sukemi bersama sang suami Sareh Wagiyo (70), sejatinya dijadwalkan berangkat pada 16 Mei 2025 mendatang. Keduanya tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) JKG 38.
"Sebelumnya sehat-sehat saja, kami sering jalan kaki kalau pagi keliling-keling komplek rumah," ujar Wagiyo saat ditemui awak media di rumah duka.
1. Sukemi keluhkan sakit kepala dan perut

Sepekan sebelum jadwal keberangkatan ke Tanah Suci, Wagiyo menceritakan, sama sekali tak memiliki firasat apapun menjelang kepergian sang istri. Pasalnya, selama persiapan keberangkatan ibadah ke Tanah Suci, dikatakan kondisi Sukemi masih terlihat sehat dan baik-baik saja.
Meski demikian, diakui kondisi kesehatan Sukemi mulai berangsur menurun sejak empat hari terakhir dengan mengeluhkan rasa sakit di bagian kepala dan perut.
"Kemarin malam, istri saya bilang mau ke kamar mandi, tiba-tiba ada suara jatuh. Saya cek ternyata terbentur bak mandi, tapi dia bilang masing gak kenapa-kenapa," lirihnya.
Untuk memastikan kondisi kesehatan sang istri, ia bersama anaknya memutuskan membawa Sukemi melakukan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bintang Amin dan sempat dilakukan perawatan selama sehari.
"Di rawat sehari semalem. Waktu di rumah sakit masih kelihatan sehat, makan masih mau, sampai pas tadi subuh ternyata seperti itu," lanjut dia.
2. Mulai daftar haji sejak 2013

Mengenang perjalanannya saat mendaftar haji bersama sang istri, Wagiyo dan Sukemi mulai memantapkan niat bertolak ke Tanah Suci sejak 2011 silam, tepatnya saat akan memasuki usia pensiun sebagai seorang staf tata usaha di salah satu SMK di Bandar Lampung.
Sejak saat itu, Wagiyo rutin menyisihkan gaji hingga uang pensiunan Rp500 ribu per bulan, sebelum akhirnya ia dan sang istri nekat mendaftar ibadah haji pada 2013 lalu.
"Saya pensiunan, kalau istri saya dagang di Pasar Koga. Yang saya sesali kepada akhirnya seperti ini, sekarang takdir berkata lain," ucapnya tertunduk.
3. Kepergian bakal digantikan anak

Meski harus berangkat melaksanakan ibadah haji sendiri ke Tanah Suci, Wagiyo berharap sang istri tetap tercatat amal ibadahnya sebagai haji mabrur di sisi Allah SWT.
"Anak tadi sudah lapor, perwakilan Kemenag juga sudah datang. Rencananya mau digantikan anak, mungkin tahun depan," kata dia.