Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah dan PGN Perluas Akses Jargas Rumah Tangga
Pembangunan jargas terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan. (Dok. PGN).
  • Pemerintah melanjutkan pembangunan jargas seiring konektivitas infrastruktur gas nasional, dengan sekitar 119.379 sambungan rumah dibangun di 15 kabupaten/kota pada 2025-2026.
  • Gresik dan Sidoarjo masing-masing mendapat sekitar 7.000 sambungan baru; pemerintah menargetkan pembangunan jargas masif hingga mencapai 1 juta sambungan rumah pada 2028.
  • PGN mengoperasikan jargas APBN dan mendukung pengembangan nasional, sementara sinergi pemerintah-pemangku kepentingan diarahkan memperluas akses gas bumi domestik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui perluasan program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas). Itu seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.

Di Gresik dan Sidoarjo misalnya, jargas menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.

1. Pembangunan jargas terus dilanjutkan

Pembangunan jargas terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan. (Dok. PGN).

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan, pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Konektivitas jaringan transmisi, salah satunya Pipa Cirebon - Semarang, menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Untuk tahun 2025-2026 ini,

Saat ini, pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, khusus di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo telah dibangun masing-masing sekitar 7.000 SR.

"Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR," kata Agung dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026)

2. PGN dukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jargas

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terus memperkuat strategi komersial untuk memperluas pasar dan pemanfaatan gas bumi. (Dok. PGN).

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM telah membangun jargas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan penugasan kepada PGN sebagai operator.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta mengatakan, PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga dan pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari pemerintah melalui skema APBN.

Menurutnya, PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi. Termasuk aspek asset integrity, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat. Apalagi secara nasional, PGN juga telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.

Sejalan dengan program strategis pemerintah, PGN juga terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui berbagai skema infrastruktur, baik jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline. Termasuk Compressed Natural Gas (CNG) guna menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani melalui jaringan pipa.

3. Sinergi antara pemerintah dengan pemangku kepentingan

Ilustrasi petugas PGN mendatangi rumah warga untuk layanan jaringan gas. (Dok. PGN Lampung).

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn), Dudung Abdurahman, mengatakan, pengembangan jargas sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027. Serta penetapan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional.

Program itu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Ke depan, pemerintah akan terus memperluas pemanfaatann gas bumi melalui perluasan program jargas.

"Sinergi antara pemerintah dengan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article