Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasangan suami istri (Pasutri) asal Lampung korban pembunuhan Slamet Tohari alias Mbah Slamet, Suheri dan Riani dimakamkan di TPU Dusun Mekarjaya. (IDN Times/Istimewa).
Pasangan suami istri (Pasutri) asal Lampung korban pembunuhan Slamet Tohari alias Mbah Slamet, Suheri dan Riani dimakamkan di TPU Dusun Mekarjaya. (IDN Times/Istimewa).

Bandar Lampung, IDN Times - Pasangan suami istri (Pasutri) asal Lampung korban pembunuhan Slamet Tohari alias Mbah Slamet, Suheri dan Riani dimakamkan di TPU Dusun Mekarjaya, Desa Kalirejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Selasa (11/4/2023).

Kedua korban dukun palsu pengganda uang itu dikebumikan keluarga satu liang lahat di pemakaman umum kampung halaman Suheri dan Riani.

"Alhamdulillah kedua jenazah sudah dimakamkan. Korban Suheri dan Riani tiba di rumah duka pagi tadi sekitar jam 6, kemudian langsung dimakamkan jam 8," ujar Kapolres Pesawaran, AKBP Pratomo Widodo saat dimintai keterangan.

1. Kedua korban meninggal rumah di Pesawaran sejak 2021

Awak media mengambil gambar Slamet Tohari yang dikeler oleh Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto di lokasi kejadian. (IDN Times/Dok Humas Polda Jateng)

Menanggapi pemakaman kedua orang taunya, Rian sebagai anak sulung pasutri Suheri dan Riani mengaku masih amat terpukul atas peristiwa telah merenggut nyawa ayah dan ibunya tersebut.

Kendati demikian, dirinya mencoba tegar dan menguatkan para adik-adiknya, seraya berharap tersangka Mbah Slamet dapat dihukum sesuai perundang-undangan berlaku.

"Orang tua saya berangkat terakhir itu sekitar bulan puasa 2021, ya waktu itu pamitnya, katanya mau ada proyek. Setelah itu sudah gak ada kabar-kabar lagi ke keluarga di Lampung," ucapnya.

2. Pamit dengan keluarga untuk mengerjakan dapur padepokan Mbah Slamet

Istimewa

Rian melanjutkan, kepergian kedua orang tuanya waktu itu pergi berpamitan mengaku mendapatkan pekerjaan guna merenovasi dapur rumah milik tersangka Mbah Slamet.

Saat itu, Rian sempat diajak kedua orang tuanya untuk bertolak ke Jawa Tengah menyambangi padepokan Mbah Slamet, namun urung lantaran masih memiliki pekerjaan di Lampung.

"Saya sempat diajak ke sana (Jawa Tengah), tapi saya gak mau karena lagi ada kerjaan juga, jadi saya bantu desainnya aja," imbuh Rian coba mengingat masa lalu.

3. Keluarga harapkan keadilan

Petani berinisial M menunjukan senapan laras panjang miliknya sebagai barat bukti di Mapolres Banjarnegara. (Dok Humas Polres Banjarnegara)

Lebih lanjut Rian mengatakan, kedua korban Suheri dan Riana pergi menuju Jawa Tengah membawa kendaraan mobil pribadi. Namun ia tak tahu persis keberadaan kendaraan orang tuanya tersebut.

"Kami beharap pihak kepolisian dapat menegakkan hukum seadil-adilnya terhadap tersangka dan orang yang terlibat di dalamnya," tandas dia.

Editorial Team