Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Ortu Mahasiswa Tewas Akibat Diksar Maut Unila Bantah Korban Idap Tumor

Keluarga korban Pratama Wijaya Kusuma melayangkan laporan polisi ke Mapolda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Keluarga korban Pratama Wijaya Kusuma melayangkan laporan polisi ke Mapolda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya sih...
  • Orang tua korban membantah klaim Unila soal penyakit serius dan tumor otak pada putranya
  • Intimidasi datang dari pihak Unila, termasuk ancaman pembunuhan dan permintaan penghapusan postingan di media sosial
  • Kabid Humas Polda Lampung membenarkan laporan peristiwa dugaan kekerasan dan penganiayaan serta akan segera ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Orang tua mahasiswa Universitas Lampung (Unila) korban meninggal dunia diduga akibat mengalami kekerasan saat mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) tidak memiliki catatan mengidap penyakit serius.

Ibu korban Pratama Wijaya Kusuma, Wirnawani (40) mengatakan, putranya sama sekali tak memiliki catatan rekam medis penyakit serius, sebelum akhirnya sering mengeluhkan sakit kepala usai mengikuti kegiatan pendidikan dasar Mahasiswa Ekonomi Pencinta Lingkungan (Mahepel) kampus setempat.

"Dari kecil tidak pernah sakit aneh-aneh hanya sebatas batuk pilek aja, anak saya ini sebelumnya sehat walafiat," ujarnya usai melapor ke Mapolda Lampung, Selasa (3/6/2025).

1. Bantah klaim kampus sebut kematian akibat tumor

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Merujuk pernyataan tersebut, Wirna membantah klaim sepihak Universitas Lampung menyebutkan korban Pratama meninggal dunia akibat mengidap tumor otak usai menjalani operasi medis.

"Tidak pernah ada tumor apapun dari kecil gak ada kayak gitu-gituan, ya kita mambantahnya," ucapnya dengan nada lirih.

2. Intimidasi juga datang dari pihak Unila

Universitas Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).
Universitas Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Selain ancaman pembunuhan dilontarkan putranya, Wirna mengungkapkan, upaya intimidasi juga datang dari pihak Unila tepatnya saat perwakilan kampus mendatangi rumah duka dan memintanya menghapus postingan terkait peristiwa ini di media sosial (Medsos).

Waktu itu diakui ibu korban, perwakilan pihak kampus berkunjung ke rumah duka ialah Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, Dr Neli Aida.

"Saya pernah posting di FB saja, mereka minta dihapus, ya udah saya hapus, bu Neli bilang mau ditindak lanjut atau gak. Saya bilang 'jangan sekarang bu, saya lagi berdukacita nyawaku rasanya hilang," kata dia.

3. Polisi siap usut perkara profesional dan transparan

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Menyikapi pelaporan ibu korban, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan, pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) telah menerima laporan peristiwa dugaan kekerasan dan penganiayaan tersebut.

“Laporan tersebut sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, untuk dilakukan penyelidikan,” tegasnya.

Kegiatan penyelidikan dan penyidikan perkara bakal dilakukan secara profesional dan transparan. "Ya, penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, di mulai dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi hingga alat bukti yang dapat memperkuat laporan ini," lanjutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us