Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ngaku Panik, Sopir Truk Tewaskan 2 Pelajar di Pringsewu Serahkan Diri
Polisi mengamankan Nablan Subari (41), sopir truk Fuso bermuatan pasir sebanyak kecelakaan beruntun hingga tewaskan dua pelajar di Pringsewu. (Dok. Polres Pringsewu).
  • Sopir truk Fuso Nablan Subari menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo setelah meninggalkan lokasi kecelakaan maut di Pringsewu; ia mengaku panik dan kini diperiksa polisi.

  • Nablan mengaku tuas persneling terlepas saat truk bermuatan pasir melaju di jalan menurun menuju Jembatan Way Sekampung, lalu kendaraan tak terkendali menabrak kendaraan di depan.

  • Kecelakaan melibatkan lima kendaraan, menewaskan dua pelajar SMP dan melukai beberapa orang. Polisi memeriksa sopir, saksi, serta sistem transmisi dan pengereman untuk menentukan penyebab pasti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pringsewu, IDN Times - Sopir truk bermuatan pasir terlibat kecelakaan maut hingga menewaskan dua pelajar SMP di Kabupaten Pringsewu akhirnya menyerahkan diri kepada polisi. Pengemudi bernama Nablan Subari (41) tersebut sebelumnya sempat meninggalkan lokasi kejadian.

Nablan menyerahkan diri ke Mapolsek Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya langsung dijemput oleh personel Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pringsewu untuk menjalani pemeriksaan.

"Benar, pengemudi truk sudah kami amankan setelah yang bersangkutan menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo. Saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kasatlantas Polres Pringsewu, Iptu Adi Wibowo, Senin (12/10/2026).

1. Sopir mengaku panik dan meninggalkan lokasi kecelakaan

Kecelakaan maut di Jalan Raya Pekon Podosari, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. (Dok. Polres Pringsewu).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Adi mengatakan, Nablan merupakan warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Pascakecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, ia meninggalkan lokasi kejadian dan menuju wilayah Kalirejo.

Serang beberapa jam kemudian, Nablan mendatangi Mapolsek Kalirejo untuk menyerahkan diri. Personel Polsek Kalirejo kemudian berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu, sebelum akhirnya Nablan dibawa untuk diperiksa.

"Dari pemeriksaan awal, Nablan mengaku panik setelah kecelakaan terjadi sehingga meninggalkan lokasi," ungkapnya.

2. Tuas persneling disebut terlepas saat truk melaju di jalan menurun

Polisi mengamankan Nablan Subari (41), sopir truk Fuso bermuatan pasir sebanyak kecelakaan beruntun hingga tewaskan dua pelajar di Pringsewu. (Dok. Polres Pringsewu).

Dihadapan penyidik, Adi menyebutkan, sang sopir truk Fuso bermuatan pasir dari Kalirejo, Lampung Tengah menuju Karawang, Jawa Barat. Saat melintas di Pekon Sukoharjo menjelang Jembatan Way Sekampung, truk melaju di jalan menurun.

Alhasil, Nablan kemudian berupaya mengurangi kecepatan dengan melakukan pengereman sekaligus menurunkan transmisi dari gigi tiga ke gigi dua. Namun ia mengaku tuas persneling terlepas dari dudukannya saat hendak memindahkan gigi.

"Truk kemudian melaju tak terkendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya. Kami masih mendalami pengakuan tersebut, untuk memastikan apakah gangguan pada sistem transmisi benar menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan," ucap Adi.

3. Polisi periksa kendaraan dan keterangan para saksi

Ilustrasi borgol. (pexels.com/Kindel Media)

Adi mengatakan, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Polisi tidak hanya meminta keterangan Nablan, tetapi juga mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kendaraan yang terlibat kecelakaan.

"Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan, untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan dua pelajar SMP itu," bebernya.

Selain itu, pemeriksaan juga diarahkan untuk mengetahui kondisi sistem transmisi dan pengereman truk Fuso yang dikemudikan Nablan. "Mohon waktu, kasus kecelakaan ini masih terus kami dalami," lanjut Kasatlantas.

4. Kecelakaan melibatkan lima kendaraan

Kecelakaan maut di Jalan Raya Pekon Podosari, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. (Dok. Polres Pringsewu).

Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, tepatnya sekitar Jembatan Way Sekampung, kemarin sekitar pukul 11.30 WIB. Kecelakaan melibatkan lima kendaraan, yakni satu truk Fuso bermuatan pasir, dua minibus, serta dua sepeda motor.

Truk bernomor polisi BE 8412 AUH tersebut diduga mengalami gangguan saat melintasi jalan menurun hingga kemudian menabrak kendaraan yang berada di depannya. Benturan keras membuat sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah. Sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi tiga remaja bahkan terseret hingga puluhan meter.

Dua pelajar, Maher Zain (13) warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu dan Rayhan Bintang (14) warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah meninggal dunia di lokasi akibat luka parah. Sementara satu pelajar lainnya, M Rayhan (14) mengalami luka berat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Husada.

Kendaraan lain yang terlibat yakni Toyota Innova BE 1810 UW, Mitsubishi Pajero BE 1459 UC, dan Honda PCX BE 2938 UAJ. Pengemudi Innova, Riswanto dan pengemudi Pajero, Parlindungan Silaban (33) dilaporkan tidak mengalami luka. Sementara pengendara Honda PCX, Novia Arum (36) mengalami luka ringan. Anak Novia, Hendra Mahardika (10) tidak mengalami luka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article