Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus Influenza di Lampung Naik Tiga Kali Lipat, Ada 669 Kasus!
ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)
  • Dinkes Lampung mencatat 669 kasus influenza hingga 3 Oktober 2026, sekitar tiga kali lipat dibandingkan 223 kasus pada periode yang sama tahun 2025.

  • Temuan terbanyak tercatat di Bandar Lampung karena menjadi lokasi sentinel ILI dan rujukan SARI; data belum menggambarkan persebaran influenza seluruh Lampung.

  • Subtipe A(H1N1)pdm09 paling banyak terdeteksi. Dinkes mengimbau kelompok rentan menerapkan PHBS, mempertimbangkan imunisasi, dan segera memeriksakan diri bila bergejala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mencatat peningkatan kasus influenza sepanjang 2026. Hingga awal pekan Oktober 2026, jumlah kasus terdeteksi mencapai 669 kasus atau meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Djohan Lius mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan hasil pemantauan melalui dua lokasi surveilans atau site sentinel, yakni pemantauan penyakit dengan sistem pengambilan sampel di fasilitas kesehatan.

Pemantauan dilakukan melalui site sentinel Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Sumur Batu, Bandar Lampung, serta site sentinel Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.

"Periode 1 Januari hingga 3 Oktober 2026, kasus influenza tercatat sebanyak 669 kasus. Sementara pada periode yang sama tahun 2025, jumlahnya sebanyak 223 kasus," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).

1. Bandar Lampung jadi wilayah temuan kasus terbanyak

Tugu Adipura Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Djohan menjelaskan, temuan kasus influenza paling banyak tercatat di Bandar Lampung. Namun, kondisi tersebut berkaitan dengan lokasi fasilitas kesehatan yang menjadi titik pemantauan kasus influenza di Provinsi Lampung.

Menurutnya, Lampung baru memiliki satu site sentinel ILI berlokasi di Puskesmas Sumur Batu, Bandar Lampung. Sementara itu, pemantauan SARI dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menerima pasien dari berbagai kabupaten/kota.

"Tingginya temuan kasus di Bandar Lampung tidak serta-merta menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki tingkat penularan tertinggi dibandingkan daerah lain. Data tersebut juga belum dapat menggambarkan secara menyeluruh persebaran influenza di seluruh Lampung," katanya.

2. Influenza A H1N1 paling banyak terdeteksi

Ilustrasi influenza (dok. http://pixabay.com/qimono)

Berdasarkan hasil pemantauan Dinkes Lampung, Djohan menyampaikan, subtipe influenza paling banyak ditemukan adalah Influenza A (H1N1) pdm09. Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan mudah menular, dengan gejala bervariasi mulai dari ringan hingga berat seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Selain A (H1N1) pdm09 , virus influenza musiman juga kerap terdeteksi secara global meliputi Influenza A (H3N2) dan influenza tipe B. "Peningkatan aktivitas influenza musiman juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah dunia dalam beberapa bulan terakhir, dengan dominasi virus influenza tipe A," ucapnya.

Dinkes Lampung juga menemukan kasus influenza tergolong berat dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Kasus tersebut umumnya terpantau melalui surveilans SARI di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.

Djohan menyampaikan, terdapat pula laporan kematian pada data pemantauan di fasilitas tersebut. Kasus kematian umumnya ditemukan pada pasien yang memiliki penyakit penyerta, atau komorbid maupun berasal dari kelompok usia rentan.

"Dari data yang disampaikan belum merinci jumlah pasien dengan kondisi berat maupun angka kematian akibat influenza. Karena itu, temuan tersebut perlu dibedakan dari angka kematian yang secara khusus telah dipastikan disebabkan oleh influenza," lanjut dia.

3. Rentan jangkit kelompok masyarakat berisiko

ilustrasi influenza (pixabay.com/4330009)

Terkait kasus ini, Djohan menambahkan, kelompok masyarakat berisiko mengalami influenza berat meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, orang dengan obesitas. Serta penderita penyakit paru kronis dan penyakit jantung.

Oleh karenanya guna menekan penularan influenza, Dinkes Lampung mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan etika batuk dan bersin.

"Masyarakat juga didorong memahami pentingnya imunisasi influenza secara mandiri, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, orang dengan penyakit penyerta, dan pelaku perjalanan luar negeri," ucapnya.

4. Minta masyarakat segera periksa diri

ilustrasi influenza (pexels.com/@olly)

Djohan menambahkan, bagi masyarakat mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, badan terasa lemas, dan nyeri otot diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

"Dinkes Lampung juga meningkatkan kewaspadaan dini melalui pemantauan tren kasus influenza-like illness (ILI), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, dan SARI. Langkah ini untuk mendeteksi kemungkinan peningkatan kasus secara dini serta mengantisipasi potensi kejadian luar biasa (KLB) influenza di wilayah Lampung," imbuh Djohan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article